Menko Airlangga Beberkan Beragam Fasilitas untuk Ekspor UMKM di Australia

Senin, 03 Juli 2023 - 15:48 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bertemu dengan Diaspora Indonesia yang menjadi pelaku UMKM di Australia. Foto/Ist
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui diaspora Indonesia yang menjadi pelaku usaha mikro kecil menengah ( UMKM ) di Australia dan pelaku usaha yang bermitra dengan UMKM, di sela rangkaian kunjungan kerja Presiden Jokowi dan Annual Leaders’ Meeting (ALM) Indonesia-Australia 2023. Pertemuan tersebut digelar di Livingstone International Warehouse, New South Wales, Australia pada hari Selasa (27/6) lalu.

Pertemuan itu juga dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Duta Besar RI di Canberra Siswo Pramono. Turut mendampingi Menko Airlangga yakni Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso dan Deputi Kerja sama Ekonomi Internasional Edi Pambudi.



Baca Juga: Menko Airlangga Tegaskan Keberlanjutan Peran UMKM Sangat Penting

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan berbagai dukungan pemerintah terhadap UMKM seperti fasilitas pembiayaan dengan bunga yang rendah melalui fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) serta berbagai insentif fiskal bagi pelaku usaha yang berorientasi ekspor. Sebagai catatan, untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap UMKM, pada Rapat Kabinet terbatas bulan Februari 2023 lalu, Presiden Joko Widodo telah menugaskan Menko Perekonomian membentuk Satuan Tugas (Satgas) Ekspor guna mendorong perluasan pasar ekspor bagi pelaku UMKM.

“Tidak mudah untuk menjadi jagoan di negeri orang. Ini merupakan hal yang luar biasa karena berbagai perusahaan Indonesia yang hadir dipimpin oleh champion-champion UMKM Indonesia. Pemerintah Indonesia menyampaikan apresiasi kepada para diaspora yang aktif mendukung kemajuan UMKM Indonesia untuk dapat memasuki pasar ekspor khususnya Australia," tegas Menko Airlangga di hadapan diaspora Indonesia, melalui siaran pers, Senin (3/7/2023).

UMKM merupakan mesin penting bagi perekonomian nasional, baik Indonesia maupun Australia. Berdasarkan data Kemenkop UKM, pada tahun 2021 kontribusi terhadap PDB mencapai 60,51% atau sekitar Rp9,580 triliun, penyerapan tenaga kerja mencapai 97% atau sebanyak 120,59 juta orang. Saat ini partisipasi UMKM Indonesia dalam Global Value Chain (GVC) baru mencapai 4,1% dari jumlah unit usaha. Partisipasi GVC Indonesia masih tertinggal dengan sejumlah negara tetangga seperti Malaysia 46,2%, Thailand 29,6%, Vietnam 20,1%, dan Filipina 21,4%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!