Tak Sabar Ingin Bangun Bakauheni Harbour City, Wishnutama: Jangan Tunggu 2024

Senin, 27 Juli 2020 - 14:12 WIB
Dia pun mendorong agar pengembangan kawasan bisa dilakukan secara bertahap. Terlebih ke depan Pemerintah akan mendorong pergerakan wisatawan nusantara dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

"Pengembangannya tidak perlu menunggu sampai 2024, kita bisa mulai dulu dari apa yang kita bisa lakukan secara cepat. Kita bisa tarik investasi hotel dulu ke sini, lalu kita promosikan dengan baik sehingga akhirnya bisa menarik investasi lain dengan cepat," kata Wishnutama.

Kunjungan tersebut juga dihadiri Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi, dan Gubernur Provinsi Lampung Arinal Djunaidi. (Baca juga: Ini Kata Erick Loh, Pelabuhan Merak Lebih Bagus dari Pelabuhan di Luar Negeri )

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi menjelaskan, pembangunan kawasan pariwisata akan dimulai dari Menara Siger. Untuk tahap awal rencananya Menara Siger yang telah menjadi salah satu ikon destinasi di Lampung Selatan ini akan dikembangkan menjadi Museum Krakatau. Kemudian bertahap dengan keberadaan theme park, hotel, dan skywalk.

"Kami mengelola lahan seluas 80 hektare, kemudian juga ada lahan milik Hutama Karya, Pemerintah Provinsi, dan swasta. Total lahan yang potensi untuk dikembangkan sekitar 200 hektare," ujar Ira.

Pengembangan kawasan ini tidak lepas dari potensi market yakni trafik baik kendaraan maupun orang yang melintasi Pulau Jawa dan Pulau Sumatera dengan memanfaatkan kapal penyeberangan ferry Merak-Bakauheni. Apalagi dengan program infrastruktur yang dicanangkan Presiden Joko Widodo berupa pembangunan jalan tol sehingga Banda Aceh hingga Banyuwangi terhubung setidaknya sampai jumlah trafik orang dan kendaraan juga dipastikan akan meningkat.

Tol Trans Sumatera yang saat ini baru beroperasi dari Lampung ke Palembang saja, peningkatan trafik sudah mencapai 40% dimana pada 2019 tercatat hampir 23 juta orang yang melintasi kawasan ini.

"Kalau 10%-nya saja dari jumlah itu (ditarik sebagai wisatawan), sudah besar sekali. Jadi kita berusaha mencoba menangkap potensi itu dengan memastikan rencana pengembangan yang baik, mulai dari konsep hingga pembangunan fisik. Ditargetkan pada 2024 pengembangan kawasan pariwisata terintegrasi di Bakauheni ini bisa selesai," kata Ira.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!