Ada 2.000 Pekerja China di Proyek Kereta Cepat, Menaker: Perbandingan 1:5

Senin, 27 Juli 2020 - 14:57 WIB
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menekankan bahwa penggunaan jasa TKA China dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung sudah sesuai Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA). Foto/Dok
JAKARTA - Dalam pengerjaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung , terdapat 12 ribu pekerja yang terlibat. 12 ribu pekerja ini terdiri dari 2.000 tenaga kerja asing (TKA) China dan 10.000 tenaga kerja lokal. Meski demikian, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menekankan bahwa penggunaan jasa TKA China ini sudah sesuai Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA).

"Saya pastikan pengerjaannya sudah sesuai RPTKA, dan juga perbandingan pekerja China dibanding lokal 1:5," ujar Ida saat meninjau proyek kereta cepat oleh PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) di Jakarta, Senin (27/7/2020).



(Baca Juga: 2.000 TKA China Dibutuhkan Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Tim Khusus Akan Awasi )

Dia mengatakan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dari jumlah pekerja China ini, karena pekerja lokal tetap diutamakan. "Kita tetap mengutamakan pekerja lokal, dan pekerja China hanya untuk transfer ilmu, pengetahuan, dan teknologi, karena mereka yang punya pengalaman proyek kereta cepat, kita belum," ungkap Ida.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!