Sri Mulyani Sebut Belanja Pemerintah Rp492 Triliun Masuk Kantong dan Dinikmati Masyarakat
Senin, 10 Juli 2023 - 16:33 WIB
Baca Juga: Sri Mulyani Tarik Utang Baru Rp150,4 Triliun, Melonjak Nyaris 65%
Belanja ini juga termasuk program beasiswa, bantuan operasi sekolah, dan bantuan operasi kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang langsung menyangkut masyarakat banyak seperti air bersih, jembatan, dan juga bantuan untuk daerah yang terkena bencana alam.
"Ini termasuk kabupaten Cianjur yang mendapatkan Rp1,5 triliun untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak," tambah Sri.
Dia menyebut, belanja non K/L termasuk di dalamnya adalah yang diterima masyarakat, subsidi dan kompensasi listrik. "Sehingga harga BBM dan listrik terjaga, subsidi BBM, LPG 3 kg di sini Rp5,4 triliun, dan subsidi perumahan serta Kartu Prakerja," terangnya.
Secara keseluruhan hingga semester I 2023, belanja non K/L mencapai Rp474,4 triliun, didominasi oleh belanja pensiun Rp87,5 triliun. Menkeu menerangkan, ada kenaikan 5,2% dari tahun lalu baik untuk Taspen dan Asabri. Kemudian, yang terbesar dari belanja non K/L adalah subsidi dan kompensasi Rp95,8 triliun ditambah Rp66,1 triliun.
Belanja ini juga termasuk program beasiswa, bantuan operasi sekolah, dan bantuan operasi kesehatan, serta pembangunan infrastruktur yang langsung menyangkut masyarakat banyak seperti air bersih, jembatan, dan juga bantuan untuk daerah yang terkena bencana alam.
"Ini termasuk kabupaten Cianjur yang mendapatkan Rp1,5 triliun untuk membangun kembali rumah-rumah yang rusak," tambah Sri.
Dia menyebut, belanja non K/L termasuk di dalamnya adalah yang diterima masyarakat, subsidi dan kompensasi listrik. "Sehingga harga BBM dan listrik terjaga, subsidi BBM, LPG 3 kg di sini Rp5,4 triliun, dan subsidi perumahan serta Kartu Prakerja," terangnya.
Secara keseluruhan hingga semester I 2023, belanja non K/L mencapai Rp474,4 triliun, didominasi oleh belanja pensiun Rp87,5 triliun. Menkeu menerangkan, ada kenaikan 5,2% dari tahun lalu baik untuk Taspen dan Asabri. Kemudian, yang terbesar dari belanja non K/L adalah subsidi dan kompensasi Rp95,8 triliun ditambah Rp66,1 triliun.
Lihat Juga :