Rusia dan China Makin Lengket, Nilai Perdagangan Moskow-Beijing Tembus Rp1.698 Triliun
Jum'at, 14 Juli 2023 - 22:58 WIB
"Melonjaknya kerja sama ekonomi Rusia-China terjadi secara "alami" setelah Moskow memutar perdagangan dari Uni Eropa ke Asia menyusul sanksi Barat yang menyapu," menurut kepala Institut Kebijakan Perdagangan di Sekolah Tinggi Ekonomi di Moskow, Aleksandr Daniltzev seperti dilansir RT, Jumat (14/7/2023).
"Rusia terutama mengekspor komoditas dan sejumlah barang jadi," katanya.
Sementara itu China memasok Rusia dengan barang-barang yang dilarang oleh pembatasan internasional, termasuk peralatan industri, seperti dicatat oleh Daniltzev.
Hubungan ekonomi keduanya telah didukung oleh keputusan bersama untuk melakukan sebagian besar transaksi dalam mata uang negara sendiri, meninggalkan dolar AS. Moskow dan Beijing telah meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan euro dalam perdagangan internasional, dengan latar belakang sanksi yang dikenakan pada Rusia.
"Rusia terutama mengekspor komoditas dan sejumlah barang jadi," katanya.
Sementara itu China memasok Rusia dengan barang-barang yang dilarang oleh pembatasan internasional, termasuk peralatan industri, seperti dicatat oleh Daniltzev.
Hubungan ekonomi keduanya telah didukung oleh keputusan bersama untuk melakukan sebagian besar transaksi dalam mata uang negara sendiri, meninggalkan dolar AS. Moskow dan Beijing telah meningkatkan upaya untuk mengurangi ketergantungan pada dolar dan euro dalam perdagangan internasional, dengan latar belakang sanksi yang dikenakan pada Rusia.
(akr)
Lihat Juga :