IHSG Diprediksi Mixed, Pengamat Wanti-wanti Pelemahan Kembali Terjadi
Kamis, 20 Juli 2023 - 08:23 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG hari ini berpotensi bergerak mixed cenderung melemah pada sepanjang perdagangan di kisaran 6.800-6.921. Foto/Dok
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG ) hari ini berpotensi bergerak mixed cenderung melemah pada sepanjang perdagangan. Adapun pergerakan indeks saham akan berada di kisaran 6.800-6.921.
Baca Juga: Melanjutkan Pekan Pendek, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.737-6.898
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kesimpulan dari perdagangan sebelumnya, pelemahan lanjutan IHSG terjadi dengan kenaikan nilai transaksi, terindikasi panic selling.
"IHSG nampak jenuh beli dan melanjutkan pelemahan kembali. Malah, pelemahan ini dilanjutkan dengan nilai transaksi yang meningkat. Ini menunjukkan adanya panic selling dari pelaku pasar," tulis William dalam analisisnya, Kamis (20/7/2023).
Baca Juga: Saham AMMN Berpeluang Menguat di Semester II
Menurut William, perkiraan sektor penopang IHSG akan datang dari komoditas, ini dikarenakan adanya kondisi jenuh jual sejak awal tahun sehingga memungkinkan terjadinya technical rebound. Sedangkan saham-saham big caps masih mengalami tekanan jual.
Baca Juga: Melanjutkan Pekan Pendek, IHSG Diprediksi Bergerak di Kisaran 6.737-6.898
Pengamat pasar modal sekaligus Founder WH Project, William Hartanto mengatakan, kesimpulan dari perdagangan sebelumnya, pelemahan lanjutan IHSG terjadi dengan kenaikan nilai transaksi, terindikasi panic selling.
"IHSG nampak jenuh beli dan melanjutkan pelemahan kembali. Malah, pelemahan ini dilanjutkan dengan nilai transaksi yang meningkat. Ini menunjukkan adanya panic selling dari pelaku pasar," tulis William dalam analisisnya, Kamis (20/7/2023).
Baca Juga: Saham AMMN Berpeluang Menguat di Semester II
Menurut William, perkiraan sektor penopang IHSG akan datang dari komoditas, ini dikarenakan adanya kondisi jenuh jual sejak awal tahun sehingga memungkinkan terjadinya technical rebound. Sedangkan saham-saham big caps masih mengalami tekanan jual.
Lihat Juga :