Kejar Indonesia Jadi Negara Maju, Menko PMK Ungkap Penurunan Stunting Kuncinya

Sabtu, 22 Juli 2023 - 08:45 WIB
“Untuk mewujudkan semua itu, perlu pemenuhan gizi yang optimal sejak dini. Edukasi ini perlu ditanamkan kepada para mahasiswa sehingga masalah stunting dapat diantisipasi,” imbuhnya.

Muhadjir menjelaskan, stunting dapat terjadi dari sejak proses kehamilan dan setelah bayi terlahir. Sehingga sangat dibutuhkan pemberian makanan tambahan bagi Batita serta edukasi yang baik terhadap para calon orang tua. Terlebih saat ini angka prevalensi stunting di Provinsi Kalimantan Barat masih tergolong tinggi, sebesar 27,8%, berada di urutan ke delapan terbanyak se-Indonesia.

“Oleh Karena itu, maka sangat penting peran dan keterlibatan perguruan tinggi memberikan edukasi kepada mahasiswa dan masyarakat, terutama untuk memperbaiki permasalahan gizi dan anemia pada remaja,” imbuh Muhadjir.

Baca Juga: Inovator Jadi SDM Andalan Mewujudkan Indonesia Emas 2045

Diketahui juga berdasarkan data SSGI tahun 2022 saat ini Indonesia telah berhasil menekan angka prevalensi stunting hingga 21,6 persen. Meski begitu, angka tersebut masih harus ditekan hingga mencapai 14% pada akhir tahun 2024 mendatang sebagaimana target Presiden Joko Widodo.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!