Hingga Semester I, PLN EPI Pasok 450.223 Ton Biomassa untuk PLTU
Senin, 31 Juli 2023 - 14:19 WIB
Dia menjelaskan, teknologi co-firing yang diterapkan di PLTU mampu menjadi salah satu cara efektif untuk menekan emisi karbon. Penggunaan biomassa juga secara bertahap mengurangi porsi penggunaan batu bara sebagai bahan bakar pembangkit. "Pengembangan biomassa menjadi sangat penting dalam mencapai target pengurangan emisi. Untuk itu PLN EPI membentuk sistem rantai pasok yang terintegrasi dalam menjamin pasokan biomassa," kata Iwan.
Baca Juga: Co-firing Biomassa pada PLTU untuk Genjot Bauran Energi Baru Terbarukan
Iwan menjelaskan, guna memastikan keamanan pasokan biomassa ke PLTU, PLN EPI senantiasa memastikan keterjaminan di sisi hulu. Pertama, melalui pengembangan hutan energi. Kedua, bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk mengelola sampah kota menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).
"Lewat kepastian pasokan, maka kebutuhan biomassa semakin terjamin. Mengingat kebutuhan atas biomassa akan selalu tumbuh dari tahun ke tahun," tandasnya.
Dia menambahkan, PLN EPI berkomitmen terus menjaga komitmen rantai pasok energi primer yang andal, dengan menjaga kualitas bahan baku yang optimal serta terus mengedepankan upaya efisiensi rantai pasok. Langkah langkah strategis ini, imbuh dia, juga diupayakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga menjadi katalis pendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Co-firing Biomassa pada PLTU untuk Genjot Bauran Energi Baru Terbarukan
Iwan menjelaskan, guna memastikan keamanan pasokan biomassa ke PLTU, PLN EPI senantiasa memastikan keterjaminan di sisi hulu. Pertama, melalui pengembangan hutan energi. Kedua, bekerja sama dengan pemerintah provinsi dan daerah untuk mengelola sampah kota menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP).
"Lewat kepastian pasokan, maka kebutuhan biomassa semakin terjamin. Mengingat kebutuhan atas biomassa akan selalu tumbuh dari tahun ke tahun," tandasnya.
Dia menambahkan, PLN EPI berkomitmen terus menjaga komitmen rantai pasok energi primer yang andal, dengan menjaga kualitas bahan baku yang optimal serta terus mengedepankan upaya efisiensi rantai pasok. Langkah langkah strategis ini, imbuh dia, juga diupayakan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat sehingga menjadi katalis pendorong pertumbuhan ekonomi.
(fjo)
Lihat Juga :