Pelaku UMKM Mulai Rasakan Nikmatnya Program PEN
Rabu, 29 Juli 2020 - 09:03 WIB
Puncaknya yakni pada saat mulai keluar regulasi terbaru dari pemerintah terkait klasifikasi APD karena APD produksi Sofia termasuk level 1. Kini dirinya memiliki banyak bahan baku APD yang menganggur di konveksinya. Kembali memutar otak, saat ini Sofia memproduksi Jaket Pelindung Diri (JPD) serta tas lipat pengganti plastik, dengan bahan baku yang ada dikonveksinya tersebut.
Awal bulan Juli, Sofia mendapat angin segar, karena pengajuannya untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank BRI disetujui dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kredit Modal Kerja yang saya dapat sebesar Rp 500juta tersebut rencananya akan dibelikan mesin HF dengan Seam Seal Tape sebagai alat press APD maupun JPD, sehingga ongkos produksinya dapat ditekan,dengan bungan yang cukup ringan ini sangat membantu UMKM seperti kita,” tambah Sofia.
Senada dengan Sofia, Dewi Katmujiwati pemilik usaha Cafe dan bengkel di Ciracas, Jakarta Timur ini cukup ramai dan berada di tempat yang strategis. Walaupun sempat “kucing-kucingan” dengan Satpol PP akhirnya ia terpaksa menutup cafe dan bengkelnya selama 3 bulan karena pandemi.
“Omzet cafe dan bengkel turun drastis sampai 50%, mau tidak mau saya harus merumahkan sementara teman-teman yang bekerja di cafe dan digantikan oleh anak saya, bengkel pun demikian. Untuk pengelolaan Cafe, saya banyak dibantu anak, karena anak muda kan lebih melek digital ya,” ujar Dewi.
Dewi menuturkan, omzet cafe dan bengkel yang tadinya bisa ia dapatkan 20jutaan/ bulan, kini hanya dikisaran 9 – 10 jutaan/bulan, kedua usahanya memiliki beban operasional yang besar ditambah usaha cafenya selama 4 bulan harus ia tutup sementara.
Setelah PSBB dilonggarkan, Dewi memberanikan diri kembali mengajukan pinjaman ke Bank BNI yang sebelumnya ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BNI dan telah lunas. tak disangka, dirinya mendapatkan fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp.150 juta dengan bunga yang sangat kecil dibandingkan saat dirinya mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dorongan Pemerintah
Peluncuran berbagai stimulus untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dicanangkan oleh pemerintah perlu dukungan dari berbagai pihak, baik perbankan hingga penjamin. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi nasional.
Awal bulan Juli, Sofia mendapat angin segar, karena pengajuannya untuk Kredit Modal Kerja (KMK) dari Bank BRI disetujui dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Kredit Modal Kerja yang saya dapat sebesar Rp 500juta tersebut rencananya akan dibelikan mesin HF dengan Seam Seal Tape sebagai alat press APD maupun JPD, sehingga ongkos produksinya dapat ditekan,dengan bungan yang cukup ringan ini sangat membantu UMKM seperti kita,” tambah Sofia.
Senada dengan Sofia, Dewi Katmujiwati pemilik usaha Cafe dan bengkel di Ciracas, Jakarta Timur ini cukup ramai dan berada di tempat yang strategis. Walaupun sempat “kucing-kucingan” dengan Satpol PP akhirnya ia terpaksa menutup cafe dan bengkelnya selama 3 bulan karena pandemi.
“Omzet cafe dan bengkel turun drastis sampai 50%, mau tidak mau saya harus merumahkan sementara teman-teman yang bekerja di cafe dan digantikan oleh anak saya, bengkel pun demikian. Untuk pengelolaan Cafe, saya banyak dibantu anak, karena anak muda kan lebih melek digital ya,” ujar Dewi.
Dewi menuturkan, omzet cafe dan bengkel yang tadinya bisa ia dapatkan 20jutaan/ bulan, kini hanya dikisaran 9 – 10 jutaan/bulan, kedua usahanya memiliki beban operasional yang besar ditambah usaha cafenya selama 4 bulan harus ia tutup sementara.
Setelah PSBB dilonggarkan, Dewi memberanikan diri kembali mengajukan pinjaman ke Bank BNI yang sebelumnya ia mengajukan Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Bank BNI dan telah lunas. tak disangka, dirinya mendapatkan fasilitas pinjaman Kredit Modal Kerja (KMK) dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp.150 juta dengan bunga yang sangat kecil dibandingkan saat dirinya mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Dorongan Pemerintah
Peluncuran berbagai stimulus untuk segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang dicanangkan oleh pemerintah perlu dukungan dari berbagai pihak, baik perbankan hingga penjamin. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, UMKM menjadi prioritas utama dalam pemulihan ekonomi nasional.
Lihat Juga :