Terkuak! Ini Alasan Sesungguhnya Eropa Jegal Produk Sawit Indonesia
Senin, 14 Agustus 2023 - 19:07 WIB
Bahkan menurutnya saat ini perdagangan minyak nabati di dunia bukan lagi berkompetisi dari sisi harga, namun sudah ke arah isu keberlanjutan, terutama dampak dari proses produksi minyak nabati terhadap lingkungan.
"Persaingan minyak nabati dunia telah bergeser, dari price competition jadi non price competition. Kenapa? Karena mereka ga bisa bersaing dalam price competition, maka dipake non price competition," sambung Bungaran.
Bungaran melanjutkan, adanya kebijakan EUDR (EU Deforestation Regulation) yang saat ini akan diterapkan oleh Uni Eropa merupakan salah satu instrumen yang dipakai dalam persaingan non price competition. Sebab kebijakan tersebut akan memperketat minyak sawit untuk masuk ke pasar Uni Eropa.
"Salah satu isu yang digunakan non price competition melawan sawit adalah isu keberlanjutan. Baik dari sisi keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan," lanjutnya.
Dari sisi keberlanjutan, Bungaran menilai sawit Indonesia pun sudah tergolong berkelanjutan sebab sudah memiliki standar yang ditetapkan pemerintah lewat sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Tapi negara seperti Uni Eropa pun saat ini punya standar tersendiri soal konsep keberlanjutan.
"Persaingan minyak nabati dunia telah bergeser, dari price competition jadi non price competition. Kenapa? Karena mereka ga bisa bersaing dalam price competition, maka dipake non price competition," sambung Bungaran.
Bungaran melanjutkan, adanya kebijakan EUDR (EU Deforestation Regulation) yang saat ini akan diterapkan oleh Uni Eropa merupakan salah satu instrumen yang dipakai dalam persaingan non price competition. Sebab kebijakan tersebut akan memperketat minyak sawit untuk masuk ke pasar Uni Eropa.
"Salah satu isu yang digunakan non price competition melawan sawit adalah isu keberlanjutan. Baik dari sisi keberlanjutan ekonomi, sosial, dan lingkungan," lanjutnya.
Dari sisi keberlanjutan, Bungaran menilai sawit Indonesia pun sudah tergolong berkelanjutan sebab sudah memiliki standar yang ditetapkan pemerintah lewat sertifikasi Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO). Tapi negara seperti Uni Eropa pun saat ini punya standar tersendiri soal konsep keberlanjutan.
Lihat Juga :