Miliarder Raksasa Teknologi Rusia Kecam Perang Barbar Putin di Ukraina

Jum'at, 18 Agustus 2023 - 13:34 WIB
"Invasi Rusia ke Ukraina adalah barbar, dan saya dengan tegas menentangnya," kata Volozh (usia 59 tahun).

Baca Juga: Mengungkap Jejak Miliarder Amerika Berharta Rp19,2 Triliun di Balik Tim Baru Lionel Messi

"Meskipun saya pindah ke Israel pada tahun 2014, saya harus mengambil bagian tanggung jawab atas tindakan negara Rusia. Ada alasan untuk tetap diam selama proses panjang ini. Meskipun akan ada pertanyaan kenapa saya baru berbicara saat ini, seharusnya tidak ada pertanyaan tentang esensinya. Saya menentang perang," tegasnya.

Volozh - yang menggambarkan dirinya di situs web pribadi "sebagai pengusaha teknologi, ilmuwan komputer, investor, dan philanthropist Israel kelahiran Kazakhstan" - berhenti sebagai CEO Yandex pada Juni 2022. Keputusan itu terjadi tidak lama setelah dia secara pribadi dikenai sanksi oleh Uni Eropa.

Pada saat itu blok Eropa mengatakan, Volozh "bertanggung jawab untuk mendukung tindakan atau kebijakan yang merusak atau mengancam integritas teritorial, kedaulatan dan kemerdekaan Ukraina".
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!