Bahlil Wanti-wanti Investasi ASEAN Belum Merata, Ancam Kesatuan Antarnegara
Minggu, 20 Agustus 2023 - 12:00 WIB
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan saat ini porsi investasi kepada negara-negara di Asean masih belum merata. Hal itu akhirnya mengancam pertumbuhan yang tidak merata.
Hal itu diungkapkan Bahlil saat memimpin AIA (ASEAN Investment Area) Council Meeting ke-26 di Semarang, Jawa Tengah, yang juga dihadiri oleh seluruh anggota ASEAN serta perwakilan UNCTAD (United Nation Conference on Trade and Development).
Special ASEAN Investment Report (AIR) 2023 memotret pertumbuhan investasi ASEAN tahun 2022 naik 5% dengan total investasi USD224 miliar. Hal ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah arus investasi dunia yang turun hingga 12% di tahun yang sama.
Baca Juga: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Paparkan Pengembangan Pulau Rempang di Batam
Bahlil menyampaikan data tersebut sejalan dengan tema Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 bahwa kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan dunia atau Epicentrum of Growth. Namun, Bahlil menekankan pentingnya mengedepankan asas pemerataan investasi.
“Konsentrasi FDI pada segelintir golongan akan mengancam kesatuan ASEAN di masa depan. Pada tahun 2022, 60% FDI yang masuk ke ASEAN hanya dinikmati oleh kurang dari 1% penduduk ASEAN. Ke depan, ASEAN perlu lebih memupuk kolaborasi secara konkret dalam upaya promosi dan fasilitas investasi agar ASEAN betul-betul dapat menjadi satu komunitas, satu rumah, satu keluarga,” kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8/2023).
Hal itu diungkapkan Bahlil saat memimpin AIA (ASEAN Investment Area) Council Meeting ke-26 di Semarang, Jawa Tengah, yang juga dihadiri oleh seluruh anggota ASEAN serta perwakilan UNCTAD (United Nation Conference on Trade and Development).
Special ASEAN Investment Report (AIR) 2023 memotret pertumbuhan investasi ASEAN tahun 2022 naik 5% dengan total investasi USD224 miliar. Hal ini merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah di tengah arus investasi dunia yang turun hingga 12% di tahun yang sama.
Baca Juga: Menteri Investasi Bahlil Lahadalia Paparkan Pengembangan Pulau Rempang di Batam
Bahlil menyampaikan data tersebut sejalan dengan tema Keketuaan Indonesia ASEAN 2023 bahwa kawasan ini menjadi pusat pertumbuhan dunia atau Epicentrum of Growth. Namun, Bahlil menekankan pentingnya mengedepankan asas pemerataan investasi.
“Konsentrasi FDI pada segelintir golongan akan mengancam kesatuan ASEAN di masa depan. Pada tahun 2022, 60% FDI yang masuk ke ASEAN hanya dinikmati oleh kurang dari 1% penduduk ASEAN. Ke depan, ASEAN perlu lebih memupuk kolaborasi secara konkret dalam upaya promosi dan fasilitas investasi agar ASEAN betul-betul dapat menjadi satu komunitas, satu rumah, satu keluarga,” kata Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/8/2023).
Lihat Juga :