Jokowi Singgung Ketidakadilan Tatanan Ekonomi Dunia Saat KTT BRICS
Kamis, 24 Agustus 2023 - 22:39 WIB
Presiden Jokowi melihat tatanan perekonomian dunia saat ini dinilai tidak adil dengan kesenjangan pembangunan ekonomi yang semakin besar di antara negara berkembang dan negara lainnya yang mengakibatkan rakyat menderita. Foto/Dok
JOHANNESBURG - Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) mengajak seluruh negara berkembang untuk bersatu dan memperjuangkan haknya untuk kemajuan negaranya.Hal ituditekankan oleh Presiden Jokowi dalam sesi BRICS -Africa Outreach and BRICS Plus Dialogue, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-15
“Negara berkembang harus bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya,” kata Jokowidi Sandton Convention Center, Johannesburg, Republik Afrika Selatan, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Jadi Anggota Baru BRICS
Untuk itu, Presiden menyebut segala tindak diskriminasi terhadap upaya kemajuan negara-negara berkembang harus dihilangkan dan kerja sama yang setara dan inklusif harus terus disuarakan.
“Diskriminasi perdagangan harus kita tolak. Hilirisasi industri tidak boleh dihalangi. Kita semuanya harus terus menyuarakan kerja sama yang setara dan inklusif,” kata Presiden di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS dan sejumlah pemimpin negara lainnya.
Baca Juga: Dedolarisasi Makin Nyata, Bank BRICS Naikkan Pinjaman Mata Uang Lokal 30%
“Negara berkembang harus bersatu untuk memperjuangkan hak-haknya,” kata Jokowidi Sandton Convention Center, Johannesburg, Republik Afrika Selatan, Kamis (24/8/2023).
Baca Juga: Argentina, Iran, Arab Saudi, Mesir, UEA dan Ethiopia Jadi Anggota Baru BRICS
Untuk itu, Presiden menyebut segala tindak diskriminasi terhadap upaya kemajuan negara-negara berkembang harus dihilangkan dan kerja sama yang setara dan inklusif harus terus disuarakan.
“Diskriminasi perdagangan harus kita tolak. Hilirisasi industri tidak boleh dihalangi. Kita semuanya harus terus menyuarakan kerja sama yang setara dan inklusif,” kata Presiden di hadapan para pemimpin negara anggota BRICS dan sejumlah pemimpin negara lainnya.
Baca Juga: Dedolarisasi Makin Nyata, Bank BRICS Naikkan Pinjaman Mata Uang Lokal 30%
Lihat Juga :