Peringatan! Hong Kong Resesi Satu Tahun Penuh Saat Ekonomi Kuartal II Minus 9%

Kamis, 30 Juli 2020 - 18:45 WIB
Sementara dilansir Nikkei, Hong Kong berada dalam jalur resesi selama satu tahun penuh yang diwarnai dengan pencabutan hak istimewa dalam perdagangan oleh AS. Hal itu menanggapi pengenaan hukum keamanan nasional China yang kontroversial di Hong Kong dan dengan lonjakan tertinggi dalam kasus COVID-19 memaksa Hong Kong kembali melakukan pengetatan.

Kepala ekonom ING Bank, Iris Pang memproyeksikan lebih jauh bahwa kotraksi pertumbuhan Hong Kong bakal semakin dalam hingga 10% dan bakal jatuh lebih 5% pada kuartal keempat.

Alicia Garcia-Herrero, kepala ekonom Asia-Pasifik di Natixis juga berkomentar, "aspek yang paling mengkhawatirkan tentang perekonomian Hong Kong terletak pada penjualan ritel yang jatuh bahkan ketika keterbatasan mobilitas jauh lebih ringan pada bulan Juni."

Sedangkan Tommy Wu, memimpin ekonom Asia di perusahaan riset Oxford Economics, sedikit lebih optimis daripada Pang dan Garcia-Herrero, dimana Ia meramalkan tahun penuh kontraksi dari 6% hingga 8,3% dan 7% untuk sisa tahun ini. Ia juga masih pesimis tentang prospek Hong Kong ke depannya.

"Jika gelombang virus saat ini berkepanjangan, penutupan bisnis dan pengangguran akan naik tajam. Selain itu ketidakpastian politik yang berasal dari hukum keamanan nasional dan tanggapan internasional untuk itu, bakal mempengaruhi selama jangka menengah," tulis Tommy Wu.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!