PLN EPI Akan Replikasi Kawasan Green Economy di Beberapa Wilayah
Senin, 28 Agustus 2023 - 13:38 WIB
"Saat ini perkembangan hutan energi sangat baik. Pada beberapa waktu mendatang masyarakat bisa memanen hutan energi ini. Tanaman ini nantinya bisa dimanfaatkan masyarakat untuk pakan ternak di saat musim kemarau tiba. Limbah dari hasil panen dimanfaatkan oleh PLN EPI untuk menjadi bahan baku biomassa," jelas Aris dalam keterangan resminya, Senin (28/8/2023).
Atas keberhasilan pengembangan di Yogyakarta ini, PLN EPI akan mereplikasi kawasan serupa di beberapa tempat. "Untuk tahun ini mengejar musim hujan nanti di musim hujan Oktober ataupun November itu akan di replikasi beberapa tempat, sedang kami kaji dari sisi kelayakan atau tipe lahannya dan juga bagaimana penerimaan masyarakatnya," ujar Aris.
Aris memastikan bahwa PLN EPI dalam pengembangan hutan energi ini tidak akan menggunakan lahan produktif masyarakat. Nantinya, pola kerja sama yang dipakai PLN EPI dengan Kraton Yogyakarta seperti di Gunung Kidul akan dicoba dilakukan juga di daerah lain. "Kita tidak akan menggeser lahan produktif masyarakat. Justru kita memanfaatkan lahan kritis atau lahan tidak produktif untuk bisa dikembangkan menjadi hutan energi," tuturnya.
Baca Juga: Pemerintah Harus Merancang Green Economy Policy untuk Pemulihan Ekonomi
Hingga tahun 2025 mendatang PLN Grup mentargetkan 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) akan menggunakan teknologi co-firing. Untuk itu, pada tahun 2025 PLN EPI membutuhkan pasokan biomassa hingga 10 juta ton. "Untuk memastikan rantai pasok biomassa ini terjaga, kami terus melakukan berbagai langkah kolaboratif dengan berbagai stakeholder. Sehingga teknologi ini selain bisa menekan emisi juga sekaligus mampu mengurangi ketergantungan atas energi fosil," ujarnya.
Atas keberhasilan pengembangan di Yogyakarta ini, PLN EPI akan mereplikasi kawasan serupa di beberapa tempat. "Untuk tahun ini mengejar musim hujan nanti di musim hujan Oktober ataupun November itu akan di replikasi beberapa tempat, sedang kami kaji dari sisi kelayakan atau tipe lahannya dan juga bagaimana penerimaan masyarakatnya," ujar Aris.
Aris memastikan bahwa PLN EPI dalam pengembangan hutan energi ini tidak akan menggunakan lahan produktif masyarakat. Nantinya, pola kerja sama yang dipakai PLN EPI dengan Kraton Yogyakarta seperti di Gunung Kidul akan dicoba dilakukan juga di daerah lain. "Kita tidak akan menggeser lahan produktif masyarakat. Justru kita memanfaatkan lahan kritis atau lahan tidak produktif untuk bisa dikembangkan menjadi hutan energi," tuturnya.
Baca Juga: Pemerintah Harus Merancang Green Economy Policy untuk Pemulihan Ekonomi
Hingga tahun 2025 mendatang PLN Grup mentargetkan 52 pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) akan menggunakan teknologi co-firing. Untuk itu, pada tahun 2025 PLN EPI membutuhkan pasokan biomassa hingga 10 juta ton. "Untuk memastikan rantai pasok biomassa ini terjaga, kami terus melakukan berbagai langkah kolaboratif dengan berbagai stakeholder. Sehingga teknologi ini selain bisa menekan emisi juga sekaligus mampu mengurangi ketergantungan atas energi fosil," ujarnya.
Lihat Juga :