Menguat Tipis, Rupiah Hari Ini Ditutup di Rp15.292 per Dolar
Senin, 28 Agustus 2023 - 16:01 WIB
Hari ini rupiah ditutup menguat atas dolar. Foto/Dok
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) akhirnya ditutup menguat pada perdagangan Senin (28/8/2023). Rupiah naik 3 poin di level Rp15.292 dari penutupan sebelumnya di Rp15.295.
Baca juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.295, Menanti Pidato di Jackson Hole
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dolar AS melemah dari level tertingginya dalam 12 minggu pada hari Senin karena para pedagang mempertimbangkan jalur moneter AS setelah Ketua Fed Jerome Powell membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, yen mendekati level terendah dalam lebih dari sembilan bulan.
“Dalam pidatonya Powell berjanji untuk bertindak dengan hati-hati pada pertemuan mendatang karena ia mencatat kemajuan yang dicapai dalam mengurangi tekanan harga serta risiko dari kekuatan ekonomi AS yang mengejutkan,” jelas Ibrahim dalam risetnya, Senin (28/8/2023).
Pasar mengantisipasi kemungkinan 80% bahwa The Fed akan tetap bertahan di bulan depan. Namun kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan November kini berada di 48% dibandingkan 33% pada minggu sebelumnya.
Selain itu, Pemerintah China mengumumkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan pasar sahamnya. China juga melonggarkan beberapa kebijakan hipotek untuk sektor propertinya yang sedang melemah, yang membantu menumbuhkan optimisme atas pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Baca juga: Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp15.295, Menanti Pidato di Jackson Hole
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, mengatakan dolar AS melemah dari level tertingginya dalam 12 minggu pada hari Senin karena para pedagang mempertimbangkan jalur moneter AS setelah Ketua Fed Jerome Powell membuka kemungkinan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Di sisi lain, yen mendekati level terendah dalam lebih dari sembilan bulan.
“Dalam pidatonya Powell berjanji untuk bertindak dengan hati-hati pada pertemuan mendatang karena ia mencatat kemajuan yang dicapai dalam mengurangi tekanan harga serta risiko dari kekuatan ekonomi AS yang mengejutkan,” jelas Ibrahim dalam risetnya, Senin (28/8/2023).
Pasar mengantisipasi kemungkinan 80% bahwa The Fed akan tetap bertahan di bulan depan. Namun kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin di bulan November kini berada di 48% dibandingkan 33% pada minggu sebelumnya.
Selain itu, Pemerintah China mengumumkan langkah-langkah baru untuk meningkatkan pasar sahamnya. China juga melonggarkan beberapa kebijakan hipotek untuk sektor propertinya yang sedang melemah, yang membantu menumbuhkan optimisme atas pemulihan ekonomi di negara tersebut.
Lihat Juga :