Terungkap Alasan Cewek Pilih Shopee, Cowok Lebih Suka Tokopedia
Jum'at, 01 September 2023 - 18:06 WIB
Baca Juga: Tren Belanja Online Jadi Gaya Hidup, Fitur Live Shopping Makin Diminati Brand Lokal
Alur belanja laki-laki cukup sederhana dengan membuka e-commerce mencari barang yang ingin dibeli, cek harga, cek spesifikasi dan review kemudian cocok langsung bayar. Fitur lucu dan promo menarik bukan parameter utama pria. Terkait masalah kemudahan memperoleh gratis ongkir, Tokopedia juga memastikan kita mendapatkan gratis ongkir setiap pembelian.
Di sisi kinerja, Shopee mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuartal pertama tahun ini sebesar 36,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja Shopee selama Januari–Maret mencatatkan pendapatan layanan bernilai tambah, terutama terdiri dari pendapatan terkait dengan layanan logistik, naik 32,6% yoy menjadi USD700 juta.
Pendapatan pasar inti terdiri dari biaya berbasis transaksi dan pendapatan iklan, naik 54,3% yoy menjadi USD1,2 miliar. Pendapatan GAAP naik 36,3% yoy menjadi USD2,1 miliar dan laba perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA yang disesuaikan naik dari negatif USD742,8 juta pada kuartal I 2022 menjadi USD207,7 juta.
Sedangkan pendapatan Tokopedia naik 21%. Pltaform belanja bernuansa hijau ini mencatatkan pendapatan bruto naik 21% menjadi Rp2,26 triliun, GTV naik 3,6% menjadi Rp62,8 triliun dan EBITDA yang disesuaikan naik 75% sebagai persentase GTV e-commerce.
Alur belanja laki-laki cukup sederhana dengan membuka e-commerce mencari barang yang ingin dibeli, cek harga, cek spesifikasi dan review kemudian cocok langsung bayar. Fitur lucu dan promo menarik bukan parameter utama pria. Terkait masalah kemudahan memperoleh gratis ongkir, Tokopedia juga memastikan kita mendapatkan gratis ongkir setiap pembelian.
Di sisi kinerja, Shopee mencatatkan pertumbuhan pendapatan kuartal pertama tahun ini sebesar 36,3% secara tahunan atau year on year (yoy). Kinerja Shopee selama Januari–Maret mencatatkan pendapatan layanan bernilai tambah, terutama terdiri dari pendapatan terkait dengan layanan logistik, naik 32,6% yoy menjadi USD700 juta.
Pendapatan pasar inti terdiri dari biaya berbasis transaksi dan pendapatan iklan, naik 54,3% yoy menjadi USD1,2 miliar. Pendapatan GAAP naik 36,3% yoy menjadi USD2,1 miliar dan laba perusahaan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi atau EBITDA yang disesuaikan naik dari negatif USD742,8 juta pada kuartal I 2022 menjadi USD207,7 juta.
Sedangkan pendapatan Tokopedia naik 21%. Pltaform belanja bernuansa hijau ini mencatatkan pendapatan bruto naik 21% menjadi Rp2,26 triliun, GTV naik 3,6% menjadi Rp62,8 triliun dan EBITDA yang disesuaikan naik 75% sebagai persentase GTV e-commerce.
(nng)
Lihat Juga :