Bank Sentral AS Tekor Rp1.500 Triliun, Ini Biang Keroknya!
Sabtu, 16 September 2023 - 09:58 WIB
Kerugian muncul akibat The Fed terus membayar lebih banyak biaya bunga dibandingkan dengan bunga yang diperoleh dari obligasi yang dimiliki dan dari jasa yang diberikannya kepada sektor keuangan. Meskipun ada banyak ketidakpastian mengenai situasi itu akan terjadi, beberapa pengamat percaya bahwa kerugian yang dialami The Fed, yang dimulai tahun lalu, pada akhirnya bisa mencapai dua kali lipat sebelum mereda.
The Fed mencatat kerugiannya sebagai aset yang ditangguhkan, suatu ukuran akuntansi yang menghitung jumlah kerugian yang harus ditanggungnya di masa depan sebelum dapat kembali ke praktik normalnya, yaitu mengembalikan keuntungan.
Sejatinya, kehilangan uang sangat jarang terjadi pada The Fed. Namun pada saat yang sama, bank sentral telah berkali-kali memperingatkan bahwa situasi ini sama sekali tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan kebijakan moneter dan mencapai tujuannya.
Baca juga: 7 Artis Hollywood yang Menikah dengan Penggemar, Salah Satunya Tom Cruise
Kerugian yang dialami The Fed bukanlah hal yang mengejutkan mengingat kampanye agresifnya untuk menaikkan suku bunga, yang telah mengubah suku bunga acuan overnight dari level mendekati nol pada Maret 2022 ke kisaran saat ini di 5,25%-5,50%. Dengan surutnya tekanan inflasi, diperkirakan The Fed akan selesai menaikkan suku bunganya.
The Fed mencatat kerugiannya sebagai aset yang ditangguhkan, suatu ukuran akuntansi yang menghitung jumlah kerugian yang harus ditanggungnya di masa depan sebelum dapat kembali ke praktik normalnya, yaitu mengembalikan keuntungan.
Sejatinya, kehilangan uang sangat jarang terjadi pada The Fed. Namun pada saat yang sama, bank sentral telah berkali-kali memperingatkan bahwa situasi ini sama sekali tidak mengganggu kemampuannya dalam menjalankan kebijakan moneter dan mencapai tujuannya.
Baca juga: 7 Artis Hollywood yang Menikah dengan Penggemar, Salah Satunya Tom Cruise
Kerugian yang dialami The Fed bukanlah hal yang mengejutkan mengingat kampanye agresifnya untuk menaikkan suku bunga, yang telah mengubah suku bunga acuan overnight dari level mendekati nol pada Maret 2022 ke kisaran saat ini di 5,25%-5,50%. Dengan surutnya tekanan inflasi, diperkirakan The Fed akan selesai menaikkan suku bunganya.
(uka)
Lihat Juga :