Siap Dikembangkan, WK Mogoi-Wasian Bakal Topang Industri di Papua
Sabtu, 23 September 2023 - 12:41 WIB
Pengembangan WK Mogoi ini juga diperkirakan bakal menghasilkan gas alam cair (LNG) sebanyak 1,5 juta ton. Sekaligus juga, akan mendukung pembangkit tenaga listrik berbahan gas untuk smelter nikel dan PLN. Jika semua investasi tersebut telah terlaksana, total investasi diperkirakan dapat mencapai USD2 miliar atau sekitar Rp30 triliun (kurs Rp15.000/USD).
Baca Juga: Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Pencanangan kerja sama kemitraan antara perusahaan yang bergerak di bidang upstream (hulu) dan downstream (hilir) dapat merupakan proyek terintegrasi yang efektif di wilayah kerja Mogoi. Di hilir, akan dikerjakan oleh JSK Gas yang akan menawarkan produk FLNG yang dapat menjadi solusi penting dalam pengembangan cadangan gas menengah kecil yang lama tidak dioptimalkan.
Pengembangan WK migas di Timur Indonesia ini diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan ketahanan energi berkelanjutan. Berdasarkan data geologis Indonesia, WK migas Indonesia Timur, khususnya Papua, menjadi salah satu sumber utama lumbung energi nasional.
Tercatat, Pertamina EP sejak awal konsisten melakukan optimalisasi melebarkan WK Mogoi di Papua. Namun, WK Mogoi belum dikembangkan secara optimal selama 50 tahun karena tidak ada industri yang dapat menyerap produk gas saat itu.
Baca Juga: Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Pencanangan kerja sama kemitraan antara perusahaan yang bergerak di bidang upstream (hulu) dan downstream (hilir) dapat merupakan proyek terintegrasi yang efektif di wilayah kerja Mogoi. Di hilir, akan dikerjakan oleh JSK Gas yang akan menawarkan produk FLNG yang dapat menjadi solusi penting dalam pengembangan cadangan gas menengah kecil yang lama tidak dioptimalkan.
Pengembangan WK migas di Timur Indonesia ini diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang membutuhkan ketahanan energi berkelanjutan. Berdasarkan data geologis Indonesia, WK migas Indonesia Timur, khususnya Papua, menjadi salah satu sumber utama lumbung energi nasional.
Tercatat, Pertamina EP sejak awal konsisten melakukan optimalisasi melebarkan WK Mogoi di Papua. Namun, WK Mogoi belum dikembangkan secara optimal selama 50 tahun karena tidak ada industri yang dapat menyerap produk gas saat itu.
(fjo)
Lihat Juga :