Banyak Negara Disebut Terjebak Utang China, Mitos atau Fakta?
Selasa, 26 September 2023 - 15:03 WIB
Memahami klaim debitur sangat penting untuk keberhasilan restrukturisasi utang ketika utang tersebut menjadi tidak berkelanjutan. Hal ini terjadi pada beberapa negara Asia, seperti Sri Lanka yang mengumumkan penangguhan pembayaran utang pada April 2022 dan Laos yang masih mengalami kesulitan membayar utang.
Sri Lanka menerima pinjaman USD1,5 miliar dari China untuk pembangunan Pelabuhan Internasional Hambantota. Dalam kesepakatan utang tersebut, salah satu syaratnya adalah pemberian izin perusahaan konstruksi komunikasi China untuk melakukan pembangunan proyek tersebut.
Seiring berjalannya waktu, terjadi permasalahan internal di Sri Lanka, seperti korupsi dan tekanan politik dari Partai Komunis China. Hal ini mengakibatkan Sri Lanka terpaksa merelakan 99 tahun konsesi pengelolaan pelabuhan serta kepemilikan saham dominan sebesar 70 persen jatuh ke tangan China karena Sri Lanka gagal membayar utang.
Satu dekade lalu, Presiden China Xi Jinping menginisiasi proyek Belt and Road Initiative atau inisiatif sabuk dan jalan yang digadang-gadang akan menjadi Jalur Sutra Baru abad XXI.
Ada tiga ambisi dari proyek tersebut, yakni membangun inisiatif Jalur Sutra Ekonomi, Jalur Sutra Darat, dan Jalur Sutra Maritim meliputi Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Kepulauan Pasifik, Asia Selatan, serta Asia Tenggara. Melansir Asia Sentinel, negara-negara yang terjerat belitan utang seperti Uganda, Kenya, Sri Lanka, dan Pakistan.
The Belt On Road Initiative atau Klub Inisiatif Jalur Sutra berubah menjadi proyek penagihan utang bagi China. Puluhan negara menegosiasikan kembali pinjaman mereka kepada China.
Sri Lanka menerima pinjaman USD1,5 miliar dari China untuk pembangunan Pelabuhan Internasional Hambantota. Dalam kesepakatan utang tersebut, salah satu syaratnya adalah pemberian izin perusahaan konstruksi komunikasi China untuk melakukan pembangunan proyek tersebut.
Seiring berjalannya waktu, terjadi permasalahan internal di Sri Lanka, seperti korupsi dan tekanan politik dari Partai Komunis China. Hal ini mengakibatkan Sri Lanka terpaksa merelakan 99 tahun konsesi pengelolaan pelabuhan serta kepemilikan saham dominan sebesar 70 persen jatuh ke tangan China karena Sri Lanka gagal membayar utang.
Satu dekade lalu, Presiden China Xi Jinping menginisiasi proyek Belt and Road Initiative atau inisiatif sabuk dan jalan yang digadang-gadang akan menjadi Jalur Sutra Baru abad XXI.
Ada tiga ambisi dari proyek tersebut, yakni membangun inisiatif Jalur Sutra Ekonomi, Jalur Sutra Darat, dan Jalur Sutra Maritim meliputi Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Kepulauan Pasifik, Asia Selatan, serta Asia Tenggara. Melansir Asia Sentinel, negara-negara yang terjerat belitan utang seperti Uganda, Kenya, Sri Lanka, dan Pakistan.
The Belt On Road Initiative atau Klub Inisiatif Jalur Sutra berubah menjadi proyek penagihan utang bagi China. Puluhan negara menegosiasikan kembali pinjaman mereka kepada China.
Lihat Juga :