Rupiah Hari Ini Terjun Bebas Sentuh Level ke Rp15.530 per USD

Senin, 02 Oktober 2023 - 16:09 WIB
Bila menilik komoditas penyumbang inflasi, yang paling besar adalah inflasi beras. Kenaikan harga beras menyumbang inflasi sebesar 0,18%. Disusul dengan komoditas bensin dengan andil sebesar 0,06% terhadap inflasi.

Selain itu dalam laporan Global Economic Prospect (GEP) edisi Oktober 2023, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia naik ke level 5% sepanjang 2023. Ramalan tersebut naik tipis dari proyeksi per April 2023 dimana World Bank memprediksi ekonomi RI hanya tumbuh 4,9%.

Sedangkan di tahun 2024, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap di level 4,9%. Proyeksi tersebut masih sama dengan outlook yang dikeluarkan Bank Dunia sebelumnya. Walaupun Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di 2024 diatas 5%.

Berdasarkan laporan terbaru, pertumbuhan regional tahun ini lebih tinggi daripada pertumbuhan rata-rata yang diproyeksikan untuk semua pasar negara berkembang dan negara berkembang lainnya, tetapi lebih rendah daripada yang diproyeksikan sebelumnya.

Pertumbuhan di China pada tahun 2023 diproyeksikan sebesar 5,1% dan di kawasan yang tidak termasuk China sebesar 4,6%. Adapun, Pertumbuhan di antara Negara-negara Kepulauan Pasifik diperkirakan sebesar 5,2%.

Berdasarkan sentimen diatas, mata uang rupiah untuk perdagangan besok diprediksi bergerak fluktuatif dan cenderung ditutup kembali melemah di rentang Rp15.520 - Rp15.600 per USD.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!