Pemerintah Beri Alasan Operasi Pasar Tak Mempan Turunkan Harga Beras
Rabu, 04 Oktober 2023 - 19:26 WIB
Mahalnya harga pangan, terutama beras ikut menyumbang inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi komoditas beras pada September 2023 lebih disebabkan karena penurunan luas tanam padi dan penurunan produksi gabah yang menyebabkan tingginya harga gabah dan beras baik di tingkat petani, penggilingan, maupun pedagang.
Kenaikan tertinggi harga beras terjadi di tingkat penggilingan dengan rata-rata nasional di harga Rp 12.708 per kg atau memberikan andil 27,43 persen (yoy) terhadap inflasi. Adapun komponen harga pangan bergejolak (volatile food) kerap menjadi faktor penyumbang inflasi terbesar. Pada September tahun ini saja, komoditas beras memiliki andil inflasi 0,18 persen (month to month/mtm) dan 0,55 persen (year on year/yoy).
Baca Juga: Tekan Inflasi, Erick Thohir Banjiri Pasar dengan Beras Bulog
Sebab itu, penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terus dilakukan agar dapat leluasa melakukan intervensi harga. Dikatakan Arief, kondisi produksi dalam negeri yang mengalami penurunan harus diantisipasi dengan penguatan cadangan beras melalui optimalisasi panen dalam negeri, maupun pengadaan beras dari luar negeri.
Berdasarkan laporan BPS, kondisi neraca beras pada tiga bulan akhir 2023 dalam kondisi defisit, sehingga diperlukan penguatan stok CBP untuk menguatkan stok CBP melalui percepatan realisasi pengadaan dari luar negeri.
Kenaikan tertinggi harga beras terjadi di tingkat penggilingan dengan rata-rata nasional di harga Rp 12.708 per kg atau memberikan andil 27,43 persen (yoy) terhadap inflasi. Adapun komponen harga pangan bergejolak (volatile food) kerap menjadi faktor penyumbang inflasi terbesar. Pada September tahun ini saja, komoditas beras memiliki andil inflasi 0,18 persen (month to month/mtm) dan 0,55 persen (year on year/yoy).
Baca Juga: Tekan Inflasi, Erick Thohir Banjiri Pasar dengan Beras Bulog
Sebab itu, penguatan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) terus dilakukan agar dapat leluasa melakukan intervensi harga. Dikatakan Arief, kondisi produksi dalam negeri yang mengalami penurunan harus diantisipasi dengan penguatan cadangan beras melalui optimalisasi panen dalam negeri, maupun pengadaan beras dari luar negeri.
Berdasarkan laporan BPS, kondisi neraca beras pada tiga bulan akhir 2023 dalam kondisi defisit, sehingga diperlukan penguatan stok CBP untuk menguatkan stok CBP melalui percepatan realisasi pengadaan dari luar negeri.
(nng)
Lihat Juga :