Konflik Timur Tengah Memanas, Wall Street Menguat Ditopang The Fed
Selasa, 10 Oktober 2023 - 22:07 WIB
Krisis geopolitik Timur Tengah membangkitkan kecemasan baru terkait potensi gangguan distribusi minyak mentah dunia. Kenaikan harga minyak beberapa waktu terakhir dikhawatirkan dapat membangkitkan inflasi. Peningkatan inflasi merupakan kabar buruk bagi bursa saham.
Pemberat juga datang dari kenaikan imbal hasil atau yield surat utang negara Amerika Serikat (Treasury). Diketahui US Treasury bertenor 10 tahun naik ke level tertingginya dalam 16 tahun terakhir, yang menandai aset safe-haven mulai diburu.
Kenaikan yield obligasi sekaligus memberi tekanan terhadap pasar ekuitas, seperti saham yang merupakan aset berisiko. Terlebih belum adanya dukungan sentimen makro, mendorong investor untuk 'wait and see'.
"Jika konflik tak kunjung henti, maka saya pikir akan berdampak banyak. Investor masih menunggu data inflasi pekan ini," kata Ekonom Spartan Capital, Peter Cardillo, dilansir Reuters, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Wall Street Dibuka Merana Terdampak Perang Israel vs Hamas
Pemberat juga datang dari kenaikan imbal hasil atau yield surat utang negara Amerika Serikat (Treasury). Diketahui US Treasury bertenor 10 tahun naik ke level tertingginya dalam 16 tahun terakhir, yang menandai aset safe-haven mulai diburu.
Kenaikan yield obligasi sekaligus memberi tekanan terhadap pasar ekuitas, seperti saham yang merupakan aset berisiko. Terlebih belum adanya dukungan sentimen makro, mendorong investor untuk 'wait and see'.
"Jika konflik tak kunjung henti, maka saya pikir akan berdampak banyak. Investor masih menunggu data inflasi pekan ini," kata Ekonom Spartan Capital, Peter Cardillo, dilansir Reuters, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Wall Street Dibuka Merana Terdampak Perang Israel vs Hamas
Lihat Juga :