Tawarkan Harta Karun Rp15.000 Triliun, Taliban Ingin Gabung Jalur Sutra China

Kamis, 19 Oktober 2023 - 19:32 WIB
“Koridor ekonomi” Pakistan mengacu pada bagian utama dari BRI di negara tetangga Afghanistan. Azizi mengatakan pemerintah juga akan mengirimkan tim teknis ke China agar mereka dapat “lebih memahami” permasalahan yang menghalangi mereka untuk bergabung dengan inisiatif tersebut, namun tidak menjelaskan secara rinci apa yang menghambat Afghanistan.

Afghanistan dapat menawarkan China kekayaan sumber daya mineral yang didambakan. Beberapa perusahaan China sudah beroperasi di sana, termasuk Metallurgical Corp. of China Ltd (MCC) yang telah mengadakan pembicaraan dengan pemerintahan Taliban, serta pemerintah sebelumnya yang didukung Barat, mengenai rencana pembangunan tambang tembaga yang berpotensi besar.

“China yang berinvestasi di seluruh dunia, juga harus berinvestasi di Afghanistan, kami memiliki semua yang mereka butuhkan, seperti litium, tembaga, dan besi,” kata Azizi. “Afghanistan sekarang, lebih dari sebelumnya, siap untuk berinvestasi”.

Ketika ditanya tentang perundingan MCC, Azizi mengatakan diskusi sempat tertunda lantaran lokasi tambang dekat dengan situs bersejarah, namun masih berlangsung. “Perusahaan China telah melakukan investasi besar, dan kami mendukung mereka,” tambahnya.

Investor mengatakan keamanan masih menjadi perhatian. Kelompok militan ISIS telah menargetkan kedutaan asing dan sebuah hotel yang populer di kalangan investor China di Kabul.

Ketika ditanya tentang tantangan keamanan, Azizi mengatakan keamanan adalah prioritas bagi pemerintahan Taliban, dan menambahkan bahwa setelah perang selama 20 tahun--yang berakhir ketika pasukan asing mundur dan Taliban mengambil alih--berarti semakin banyak wilayah di negara itu yang aman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!