Ini Saatnya Memiliki Rumah Pertama

Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:15 WIB
Foto/dok
JAKARTA - Pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya penundaan transaksi properti hingga 60%. Namun, tiga dari lima responden yang menunda proses transaksi itu akan melanjutkan niatnya membeli rumah dalam waktu dekat, yakni pada semester II/2020 atau pada awal 2021.

Itulah salah satu hasil riset rumah.com yang meneliti keinginan masyarakat untuk memiliki rumah pertama tapi terkendala Covid-19. Rata-rata responden berusia produktif dan tengah berada di jenjang karier menengah.



Country Manager rumah.com Marine Novita menjelaskan, penundaan itu sebetulnya bukan karena situasi ekonomi akibat Covid-19, melainkan karena faktor keamanan. "Banyak konsumen yang memutuskan menunda membeli properti karena masih takut berinteraksi langsung dengan orang lain, termasuk mendatangi lokasi dan kantor pemasaran. Ini juga disebabkan diberlakukannya PSBB oleh pemerintah,” ujar Marine. (Baca: Yuk Manfaatkan Peluang, anak Milenial Juga Bisa Bisnis Properti)

Meski begitu, selama pandemi ini sumber informasi terkait transaksi properti tidak mengalami perubahan. Properti portal media sosial digunakan oleh 79% responden, disusul portal properti (67%). Selanjutnya, pameran properti (63%) dan brosur (62%). Sementara tren virtual tour atau video properti dipilih oleh 22% responden. Tentu mayoritas yang mengakses merupakan responden berusia milenial, yaitu sebesar 51%.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terus mendorong generasi usia produktif atau milenial untuk dapat memiliki rumah layak huni. Sekretaris Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Dadang Rukmana mengatakan, pemerintah memiliki berbagai bantuan untuk milenial, seperti pilihan tempat tinggal mulai rumah tapak, rumah susun, maupun bantuan KPR bersubsidi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!