alexametrics

Yuk Manfaatkan Peluang, Anak Milenial Juga Bisa Bisnis Properti

loading...
Yuk Manfaatkan Peluang, Anak Milenial Juga Bisa Bisnis Properti
Foto/Istimewa
A+ A-
Agus Kriswandi Basyari
Pitaloka Land

Saya ingin melanjutkan tulisan pekan lalu yang berhubungan dengan anak muda atau anak milenial. Tema anak muda atau kaum milenial tak akan pernah habis untuk dibicarakan, begitu banyak cerita dan dinamika terjadi pada fase usia demikian.

Akan tetapi tema-tema tersebut belum tentu memberikan dukungan dan motivasi ke arah terciptanya identitas diri, sehingga bisa menjadi wujud manusia yang unggul dan tangguh. Tulisan kali ini ingin memberikan suatu pilihan bagi kaum milenial untuk menemukan jati dirinya, sehingga mampu berdiri sendiri dan mandiri dalam usia muda.

Pilihan yang penulis maksud berhubungan dengan dunia properti di mana anak muda bisa berkarier dalam bisnis properti. Sebagai bahan informasi kecil, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis penduduk Indonesia pada 2015 membutuhkan 11,4 juta lebih unit rumah. Sedangkan pertumbuhan rumah secara nasional berjumlah 500 ribu sampai 600 ribu unit per tahun. Artinya, kebutuhan rumah penduduk Indonesia secara nasional akan sulit dipenuhi oleh jumlah rumah yang dibangun. (Baca: Material Unik untuk Percantik Pagar Rumah)



Dalam kaitan ini kaum milenial bisa membaca dan memanfaatkan peluang adanya calon-calon konsumen pembeli rumah yang begitu besar dengan jumlah atau pilihan unit yang sangat terbatas. Dengan kata lain, penulis memberikan dorongan kepada kaum milenial untuk memulai bisnis properti dengan tahapan menjadi penjual atau marketing.

Dalam kaitan ini penulis ingin memberikan tips bagaimana memulai ikut berkecimpung dalam dunia properti dimulai dari melakukan penjualan, investasi atau bahkan melakukan usaha properti. Sebagai bahan panduan, berikut beberapa tips atau langkah-langkah konkret yang bisa dilakukan kaum milenial terlibat dalam bisnis properti.

Pertama melakukan pengaturan waktu. Biasanya kaum milenial memiliki banyak waktu luang yang terkadang terbuang percuma, karena dihabiskan untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak produktif. Seperti nongkrong, begadang, atau kegiatan lain yang tidak menghasilkan sesuatu. (Baca juga: INterior Klasik dengan Keindahan Ukiran Bisa Memberi Semangat)

Sebenarnya anak muda atau kaum milenial bisa meluangkan waktunya selama 1 – 2 jam dalam satu hari secara kontinu dan konsisten dilakukan setiap harinya. Sebagai bahan pertimbangan perhitungan waktu selama sehari semalam atau 24 jam dibagi tiga sesi, maka satu sesinya berjumlah 8 jam. Anggap saja 8 jam untuk tidur, 8 jam untuk kerja atau kuliah, maka ada 8jam waktu luang yang bisa dipergunakan. Artinya pengalokasian waktu 1 – 2 jam itu sangatlah minim.

Tips berikutnya, memahami product knowledge tentang properti. Pengetahuan tentang bisnis properti beserta seluk beluknya dapat diperoleh melalui berbagai cara. Misalnya, melalui media online yang sudah sangat banyak memuat baik tentang teknik bangunan, teknik memasarkan, dan pengetahuan lainnya sebagai bahan-bahan informasi untuk menunjang melakukan kegiatan penjualan bisnis properti.

Langkah selanjutnya yang bisa dilakukan oleh kaum milenial adalah mencari developer atau pengembang yang memberikan ruang untuk berafiliasi menjadi tenaga penjual secara freelance atau tidak terikat.

Dalam hubungan dengan sistem freelance, kaum milenial bisa melaksanakan aktifitasnya secara bebas. Artinya, bebas menentukan waktu dan bebas menentukan tempat kerjanya. Bisa dari rumah atau di mana saja, disesuaikan dengan kondisi. (Lihat videonya: Lima Rumah Warga Terseret Longsor di Palopo)

Dalam hubungan kerja seperti ini, kaum milenial bisa bernegoisasi dengan pengembang dalam hal kewajiban apa saja yang harus dilakukan, wewenang apa saja yang bisa dimiliki dan hak apa saja yang bisa diperoleh dari hasil kerjanya. Karena masih banyak tips dan langkah yang harus dilakukan, penulis akan melanjutkan tulisan ini di paparan pekan depan.
(ysw)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top