Ini Saatnya Memiliki Rumah Pertama
Rabu, 05 Agustus 2020 - 14:15 WIB
Generasi milenial juga menjadi target program 1 juta rumah yang diusung Kementerian PUPR. Tentu dengan mempertimbangkan karateristik milenial yang memiliki mobilitas tinggi, sehingga harus disesuaikan dengan tempat tinggal yang dekat dengan moda transportasi. Tidak mengherankan jika ada sinergi antara Kementerian PUPR dan BUMN dalam mewujudkan transit oriented development (TOD) yang membuat generasi muda memiliki pilihan tempat tinggal yang layak. Keberadaan TOD yang dekat dengan moda transportasi seperti KRL akan semakin mempermudah mobilitas mereka dalam beraktivitas.
Arsitek Ferdian Khalif Ramdhani menambahkan, generasi masa kini tidak hanya memikirkan bagaimana memiliki hunian pertama mereka, tetapi juga desain. Pengaruh media sosial sangat besar dalam membentuk keinginan anak-anak muda memiliki rumah yang nyaman dan enak dipandang. Rumah impian pun sudah terbayang dalam benak mereka beserta interior dan perabot kekiniannya.
Bagi mereka yang ingin memiliki rumah pertama, membeli rumah ready stock di pengembang adalah solusi terbaik meskipun terkadang terkendala urusan desain tampak depan rumah. (Baca juga: Batu Hitam Diduga Meteor yang Timpa Rumah Warga Ditawar Rp1 Miliar)
Ferdian menjelaskan, terdapat dua perbedaan ketentuan dari developer. Pertama, biasanya ada aturan dari developer perumahan yang tidak membolehkan mengubah tampak depan rumah. Mayoritas pengembang melakukan ini. Kalaupun bisa diubah, akan dikenakan biaya cukup besar oleh pengembang.
"Jadi hal pertama yang dipertimbangkan adalah tampak depan rumah, karena mungkin tampak depan rumah adalah fix shape dari rumah kita," ujarnya.
Berbeda dengan pengembang yang hanya menyediakan tanah kaveling, aturan mereka tidak seketat pengembang yang sudah menyediakan ready stock house with design. Anda hanya membeli tanah, kemudian mendesain sendiri bangunannya. Namun, tidak banyak pengembang yang seperti ini karena keuntungan pengembang didapat dari mereka menjual tanah beserta bangunan rumah.
Arsitek Ferdian Khalif Ramdhani menambahkan, generasi masa kini tidak hanya memikirkan bagaimana memiliki hunian pertama mereka, tetapi juga desain. Pengaruh media sosial sangat besar dalam membentuk keinginan anak-anak muda memiliki rumah yang nyaman dan enak dipandang. Rumah impian pun sudah terbayang dalam benak mereka beserta interior dan perabot kekiniannya.
Bagi mereka yang ingin memiliki rumah pertama, membeli rumah ready stock di pengembang adalah solusi terbaik meskipun terkadang terkendala urusan desain tampak depan rumah. (Baca juga: Batu Hitam Diduga Meteor yang Timpa Rumah Warga Ditawar Rp1 Miliar)
Ferdian menjelaskan, terdapat dua perbedaan ketentuan dari developer. Pertama, biasanya ada aturan dari developer perumahan yang tidak membolehkan mengubah tampak depan rumah. Mayoritas pengembang melakukan ini. Kalaupun bisa diubah, akan dikenakan biaya cukup besar oleh pengembang.
"Jadi hal pertama yang dipertimbangkan adalah tampak depan rumah, karena mungkin tampak depan rumah adalah fix shape dari rumah kita," ujarnya.
Berbeda dengan pengembang yang hanya menyediakan tanah kaveling, aturan mereka tidak seketat pengembang yang sudah menyediakan ready stock house with design. Anda hanya membeli tanah, kemudian mendesain sendiri bangunannya. Namun, tidak banyak pengembang yang seperti ini karena keuntungan pengembang didapat dari mereka menjual tanah beserta bangunan rumah.
Lihat Juga :