Kenaikan Cukai Dinilai Efektif Mengurangi Konsumsi Rokok
Sabtu, 28 Oktober 2023 - 22:14 WIB
Kepala Pusat Studi CHED ITB-AD Roosita Meilani Dewi dalam Konferensi Pers Kebijakan Kenaikan Harga Rokok Dan Upaya Perlindungan Terhadap Generasi Muda, Jumat(27/10/2023). FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - Center of Human and Economic Development Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan Jakarta (CHED ITB-AD) menekankan urgensi perlindungan generasi muda dari bahaya merokok. Hal itu disampaikan bertepatan memperingati Hari Sumpah Pemuda.
"Generasi muda saat ini dihadapkan pada ancaman dalam bentuk konsumsi rokok yang tinggi. Kenaikan harga rokok dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi jumlah perokok dan mencegah generasi muda terjebak dalam kebiasaan merokok yang berbahaya," ujar Kepala Pusat Studi CHED ITB-AD Roosita Meilani Dewi dalam Konferensi Pers Kebijakan Kenaikan Harga Rokok Dan Upaya Perlindungan Terhadap Generasi Muda, Jumat(27/10/2023).
Berdasarkan Data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa di Indonesia dari 2011 hingga 2021. Tidak hanya itu, prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun juga mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 2018.
Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerjasama dengan Center for Disease Control and Prevention Foundation, USA, mengungkap fakta mengejutkan. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa perilaku merokok anak sekolah tingkat SMP SMA mengalami peningkatan yang sangat drastis.
Baca Juga: Bukan Rokok, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama Stunting
Prevalensi perokok anak usia 10-14 tahun diketahui terus meningkat hingga 16 kali lipat (Fakta Tembakau Indonesia 2020). Empat dari tujuh pemicu anak merokok berkaitan dengan iklan. Baik iklan di TV, di luar ruangan, maupun di media sosial.
"Generasi muda saat ini dihadapkan pada ancaman dalam bentuk konsumsi rokok yang tinggi. Kenaikan harga rokok dapat menjadi langkah efektif dalam mengurangi jumlah perokok dan mencegah generasi muda terjebak dalam kebiasaan merokok yang berbahaya," ujar Kepala Pusat Studi CHED ITB-AD Roosita Meilani Dewi dalam Konferensi Pers Kebijakan Kenaikan Harga Rokok Dan Upaya Perlindungan Terhadap Generasi Muda, Jumat(27/10/2023).
Berdasarkan Data dari Global Adult Tobacco Survey (GATS) 2021 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah perokok dewasa di Indonesia dari 2011 hingga 2021. Tidak hanya itu, prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun juga mengalami peningkatan dari tahun 2013 hingga 2018.
Selain itu, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) bekerjasama dengan Center for Disease Control and Prevention Foundation, USA, mengungkap fakta mengejutkan. Dalam penelitian tersebut dijelaskan bahwa perilaku merokok anak sekolah tingkat SMP SMA mengalami peningkatan yang sangat drastis.
Baca Juga: Bukan Rokok, Faktor Ekonomi Jadi Penyebab Utama Stunting
Prevalensi perokok anak usia 10-14 tahun diketahui terus meningkat hingga 16 kali lipat (Fakta Tembakau Indonesia 2020). Empat dari tujuh pemicu anak merokok berkaitan dengan iklan. Baik iklan di TV, di luar ruangan, maupun di media sosial.