OJK Waswas El Nino Bikin Harga Beras dan Gula Makin Mahal
Senin, 30 Oktober 2023 - 17:36 WIB
Secara umum, lanjut Mahendra, daya beli masih tertekan tercermin dari inflasi inti yang kembali turun, serta penurunan indeks kepercayaan konsumen serta kinerja penjualan ritel yang rendah. Namun, kinerja sektor korporasi relatif masih baik, hal itu terlihat dari PMI Manufaktur yang terus berada di zona ekspansi dan neraca perdagangan yang masih mencatatkan surplus.
Di samping itu, Mahendra mengungkapkan, sektor jasa keuangan nasional masih terjaga stabil didukung permodalan yang kuat, kondisi likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga, sehingga meningkatkan optimisme bahwa sektor jasa keuangan mampu memitigasi risiko meningkatnya ketidakpastian global baik dari higher for longer suku bunga global maupun peningkatan tensi geopolitik.
Divergensi kinerja perekonomian global masih terus berlanjut. Di Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 tercatat meningkat sebesar 4,9% dengan pasar tenaga kerja terus membaik dan tekanan inflasi persisten tinggi.
“Hal ini mendorong meningkatnya sell-off di bond market AS sejalan dengan meningkatnya ekspektasi suku bunga higher for longer dan juga peningkatan suplai US Treasury untuk membiayai defisit AS,” ujar Mahendra.
Sementara itu, risiko geopolitik global juga semakin meningkat seiring dengan konflik Israel dan Hamas, yang berpotensi mengganggu perekonomian dunia secara signifikan apabila terjadi eskalasi di Timur Tengah. Di Eropa, kata Mahendra, kinerja ekonomi diprediksi masih mengalami stagflasi.
Di samping itu, Mahendra mengungkapkan, sektor jasa keuangan nasional masih terjaga stabil didukung permodalan yang kuat, kondisi likuiditas yang memadai, dan profil risiko yang terjaga, sehingga meningkatkan optimisme bahwa sektor jasa keuangan mampu memitigasi risiko meningkatnya ketidakpastian global baik dari higher for longer suku bunga global maupun peningkatan tensi geopolitik.
Divergensi kinerja perekonomian global masih terus berlanjut. Di Amerika Serikat (AS), pertumbuhan ekonomi kuartal III 2023 tercatat meningkat sebesar 4,9% dengan pasar tenaga kerja terus membaik dan tekanan inflasi persisten tinggi.
“Hal ini mendorong meningkatnya sell-off di bond market AS sejalan dengan meningkatnya ekspektasi suku bunga higher for longer dan juga peningkatan suplai US Treasury untuk membiayai defisit AS,” ujar Mahendra.
Sementara itu, risiko geopolitik global juga semakin meningkat seiring dengan konflik Israel dan Hamas, yang berpotensi mengganggu perekonomian dunia secara signifikan apabila terjadi eskalasi di Timur Tengah. Di Eropa, kata Mahendra, kinerja ekonomi diprediksi masih mengalami stagflasi.
Lihat Juga :