Hingga Oktober Konsumsi Pertalite Capai 76,38% dari Kuota
Jum'at, 03 November 2023 - 16:05 WIB
Konsumsi Pertalite per Oktober baru 24,87 juta kl. Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian ESDM membeberkan, konsumsi BBM jenis solar subsidi hingga akhir Oktober 2023 telah mencapai 14,52 juta kilo liter (kl), atau sekitar 85,41% dari kuota yang ditetapkan yakni sebesar 17 juta kilo liter (kl). Sementara, konsumsi BBM jenis Pertalite telah mencapai 24,87 juta kl atau sekitar 76,38% dari kuota yang ditetapkan di 2023 sebesar 32,56 juta kl.
Baca juga: Respons Cepat Pertamina Turunkan Harga BBM Diapresiasi
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkap, pihaknya telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk dapat mengoptimalkan pendistribusian jenis bahan bakar tertentu (JBT/solar) dan jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP/Pertalite) agar sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
"Intinya kita minta Pertamina mengoptimalkan pendistribusian sesuai alokasi dan menjaga suplai untuk konsumen tidak kurang sampai dengan akhir tahun," tuturnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Dalam kesempatan ini, Arifin juga berkomentar mengenai beberapa badan usaha yang menurunkan harga BBM non-subsidi per 1 November 2023 lalu. Katanya, harga BBM nonsubsidi tersebut mengikuti indeks harga minyak internasional saat ini.
"Ya jadi minyak kan sekarang sudah USD92, USD96 pernah ya. Sekarang balik lagi USD86 jadi fluktuasi. Jadi ini juga turun naik mengikuti fluktuasi harga minyak internasional. Tapi (untuk) subsidi tetap," jelasnya.
Baca juga: Respons Cepat Pertamina Turunkan Harga BBM Diapresiasi
Menteri ESDM Arifin Tasrif mengungkap, pihaknya telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk dapat mengoptimalkan pendistribusian jenis bahan bakar tertentu (JBT/solar) dan jenis bahan bakar khusus penugasan (JBKP/Pertalite) agar sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
"Intinya kita minta Pertamina mengoptimalkan pendistribusian sesuai alokasi dan menjaga suplai untuk konsumen tidak kurang sampai dengan akhir tahun," tuturnya di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (3/11/2023).
Dalam kesempatan ini, Arifin juga berkomentar mengenai beberapa badan usaha yang menurunkan harga BBM non-subsidi per 1 November 2023 lalu. Katanya, harga BBM nonsubsidi tersebut mengikuti indeks harga minyak internasional saat ini.
"Ya jadi minyak kan sekarang sudah USD92, USD96 pernah ya. Sekarang balik lagi USD86 jadi fluktuasi. Jadi ini juga turun naik mengikuti fluktuasi harga minyak internasional. Tapi (untuk) subsidi tetap," jelasnya.
Lihat Juga :