Kolaborasi Koperasi dan Teknologi Menjawab Tantangan Kuota Internet Belajar

Kamis, 06 Agustus 2020 - 18:32 WIB
"KSDI sebagai koperasi yang berkaitan dengan desa ibarat seperti alat penyedot, dia bisa masuk ke lubang-lubang yang paling kecil. Kami optimis, kolaborasi teknologi dan digital ini akan menjadi sebuah pintu kita bersama, bukan hanya mencapai masyarakat adil dan makmur tapi juga masyarakat yang sehat jasmani dan rohani," ucap Budiman.

Dan sebagai langkah konkritnya, koperasi yang diawasinya ini pun baru saja menggelar pelatihan online untuk menjawab tantangan tadi, yaitu dengan sebuah program kolaborasi antara koperasi dan teknologi. Untuk diketahui, fakta bahwa mayoritas masyarakat saat ini mengalami masalah terkait penyediaan kuota internet Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara Daring (dalam jaringan) atau online bukan isapan jempol belaka.

(Baca Juga: Upayakan Kuota Murah untuk Mahasiswa, Kemendikbud Gandeng Indosat )

Sudah banyak kisah perjuangan anak dan orangtua mencari rupiah guna membeli kuota internet agar bisa belajar secara online. Siti Hidayati di Serpong, Tangerang Selatan misalnya. Anak umur 12 tahun ini harus begadang setiap malamnya bersama kakak perempuannya membantu sang nenek membuat olahan makanan tradisional untuk dijual di pasar Serpong.

Siti yang kini sekolah di sebuah SMP di kawasan Serpong diberi Rp10 ribu oleh sang nenek hasil keuntungan jualan makanan tradisionalnya guna membeli kuota internet, agar tetap bisa belajar secara daring. Lalu ada Sulis Wulandari, Titania Asahro dan Eliana Purnamasari di Surabaya yang harus berjualan koran di pagi dan malam hari guna memenuhi kebutuhan kuota belajar daringnya yang tiap minggunya butuh Rp20-30 ribu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!