Ini Deretan Gergasi Global yang Dukung Israel Pasca-Operasi Badai Al Aqsa

Rabu, 22 November 2023 - 18:30 WIB
Oracle yang telah aktif di Israel selama lebih dari 20 tahun memiliki 380 karyawan di Israel di dua lokasi penelitian dan pengembangan, Petach-Tikva dan di Beersheva. Warga Israel bekerja pada teknologi mutakhir termasuk cloud, AI, dan aplikasi lainnya.

Pada bulan Oktober 2021, Oracle yang dijalankan oleh CEO kelahiran Israel Safra Katz membangun pusat data bawah tanah di Yerusalem dengan biaya USD200 juta, yang berfungsi sebagai penyedia cloud regional untuk klien Israel.

3. Paramount

Paramount menyumbangkan USD1 Juta untuk bantuan kemanusiaan sekaligus mengutuk serangan Hamas. “Kami bersatu melawan semua tindakan teror dan kebencian,” kata Shari Redstone dan Bob Bakish (petinggi perusahaan) kepada karyawan di tengah perang Hamas-Israel melalui memo internal. Kedua orang itu juga menegaskan mendukung komunitas Yahudi global dan orang-orang tak berdosa di Israel dan kawasan yang nyawanya hilang.

4. Disney

Disney mendonasikan USD1 juta kepada Magen David Adom. Perusahaan ini juga menyumbangkan USD1 juta kepada organisasi nirlaba lainnya di wilayah tersebut dengan fokus memberikan bantuan kepada anak-anak.

5. Google

Lewat CEO-nya, Sundar Pichai, Google telah mengumumkan bahwa perusahaannya akan memberikan hibah sebesar USD8 juta kepada organisasi nirlaba yang “memberikan bantuan kepada warga sipil yang terkena dampak di Israel dan Gaza.”

Pichai juga mengirim surat kepada seluruh karyawan Google yang berisi dukungannya terhadap Israel, dan menulis “Google memiliki 2 kantor dan lebih dari 2.000 karyawan di Israel. Tidak terbayangkan apa yang mereka alami. Fokus langsung kami adalah keselamatan karyawan," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!