Kolaborasi Didorong dalam Menyusun Regulasi Pengendalian Produk Hasil Tembakau

Rabu, 29 November 2023 - 11:24 WIB
Roosita Meilani Dewi juga mengomentari upaya pemerintah Indonesia yang menetapkan target ambisius untuk mengurangi prevalensi perokok anak pada RPJMN 2024. Namun, ia menyoroti bahwa regulasi pengendalian tembakau saat ini masih menunggu penetapan RPP Kesehatan turunan UU Kesehatan No. 17 tahun 2023.

"Dalam proses penyusunan regulasi ini, perlu adanya dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Halaqoh Kesehatan dan webinar yang diinisiasi oleh Muhammadiyah dapat menjadi langkah konkret dalam mendukung penyusunan Pasal Zat Adiktif dalam RPP Kesehatan," ungkap Roosita.

Baca Juga: Pegawai BNN Gadungan Diringkus Gegara Edarkan Tembakau Sintetis di Cimahi dan KBB

Roosita Meilani Dewi menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan sektor swasta untuk menyusun regulasi pengendalian tembakau yang lebih kuat dan komprehensif. Dengan demikian, dapat mencapai target jangka panjang dalam upaya menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.

Muhammadiyah, melalui webinar dan kegiatan Halaqoh Kesehatan, mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung tindakan nyata dalam mengendalikan penggunaan produk tembakau, guna menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan berkualitas. Kesehatan dipandang sebagai hak setiap individu, dan Muhammadiyah mempertahankan komitmennya untuk terus aktif berperan dalam menjaga kesehatan masyarakat Indonesia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!