Diziarahi Kemendes PDTT pada HBT ke-73, Ini Kisah Makam Pionir Transmigrasi
Kamis, 07 Desember 2023 - 18:13 WIB
Menilik sejarah, makam ini berawal dari peristiwa pada 11 Maret 1974, yang ditetapkan sebagai hari berduka bagi sejarah panjang transmigrasi di Indonesia. Kala itu, rombongan transmigran asal Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah yang menuju Unit Permukiman Transmigrasi (UPT) Rumbia di Lampung mengalami peristiwa memilukan. Satu dari enam bus pengangkut 70 transmigran asal Kecamatan Andong, Boyolali, mengalami kecelakaan.
Baca Juga: Mengapa Orang-orang Rohingya Kabur dari Negaranya?
Musibah tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 67 orang yang terdiri atas orang dewasa dan anak-anak. Korban meninggal kemudian dimakamkan pada area khusus seluas 0,25 ha yang disediakan oleh Departemen Transmigrasi pada waktu itu di dekat tempat pemakaman umum tak jauh dari lokasi kejadian.
Para transmigran yang meninggal dalam peristiwa tersebut, kemudian ditetapkan sebagai "Pionir Pembangunan Transmigrasi" karena merupakan bagian dari rombongan transmigran pertama di Indonesia yang diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.
Dirjen Danton dalam kegiatan tabur bunga itu mengatakan, hal ini antara lain menjadi momen refleksi untuk mengingat peristiwa penting dalam sejarah transmigrasi di Tanah Air. Terkait dengan itu, Danton juga menyerahkan buku berjudul "Jer Basuki Mawa Beya - Kisah Inspiratif Perjuangan Transmigran Menuju Kesuksesan" serta memberikan santunan kepada ahli waris pionir transmigrasi, serta Juru Kunci Makam Pionir Transmigrasi.
Baca Juga: Mengapa Orang-orang Rohingya Kabur dari Negaranya?
Musibah tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 67 orang yang terdiri atas orang dewasa dan anak-anak. Korban meninggal kemudian dimakamkan pada area khusus seluas 0,25 ha yang disediakan oleh Departemen Transmigrasi pada waktu itu di dekat tempat pemakaman umum tak jauh dari lokasi kejadian.
Para transmigran yang meninggal dalam peristiwa tersebut, kemudian ditetapkan sebagai "Pionir Pembangunan Transmigrasi" karena merupakan bagian dari rombongan transmigran pertama di Indonesia yang diberangkatkan ke lokasi transmigrasi.
Dirjen Danton dalam kegiatan tabur bunga itu mengatakan, hal ini antara lain menjadi momen refleksi untuk mengingat peristiwa penting dalam sejarah transmigrasi di Tanah Air. Terkait dengan itu, Danton juga menyerahkan buku berjudul "Jer Basuki Mawa Beya - Kisah Inspiratif Perjuangan Transmigran Menuju Kesuksesan" serta memberikan santunan kepada ahli waris pionir transmigrasi, serta Juru Kunci Makam Pionir Transmigrasi.
(fjo)
Lihat Juga :