Sampah Organik Bisa Jadi Solusi Regeneratif Hadapi Perubahan Iklim
Jum'at, 08 Desember 2023 - 15:30 WIB
Baca Juga: Jokowi Ketawa Respons Isu Delegasi COP28 Walk Out saat Dirinya Pidato
Lebih Lanjut, kalau sebagian besar sampah organik yang dihasilkan saat ini masih bercampur dengan sampah jenis lain dan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Oleh karena itu, Novrizal menyatakan, sangat penting untuk mengelola sampah sejak di tingkat rumah tangga.
"Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga bisa mengurangi emisi GRK hingga 6,83 juta ton setara CO2," katanya.
Novrizal mengungkapkan sudah banyak inisiatif untuk mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Salah satunya dilakukan oleh Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Jawa Timur.
Menurut Jemmy Chayadi, pihaknya membantu pengolahan sampah organik di Kota Kudus menjadi pupuk kompos yang diperkaya bahan organik, HumiSoil. "HumiSoil kami gunakan dalam kegiatan penanaman pohon," kata dia.
Lebih Lanjut, kalau sebagian besar sampah organik yang dihasilkan saat ini masih bercampur dengan sampah jenis lain dan hanya berakhir di tempat pembuangan akhir. Oleh karena itu, Novrizal menyatakan, sangat penting untuk mengelola sampah sejak di tingkat rumah tangga.
"Pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga bisa mengurangi emisi GRK hingga 6,83 juta ton setara CO2," katanya.
Novrizal mengungkapkan sudah banyak inisiatif untuk mendorong pengelolaan sampah organik di tingkat rumah tangga. Salah satunya dilakukan oleh Djarum Foundation di Kabupaten Kudus, Jawa Timur.
Menurut Jemmy Chayadi, pihaknya membantu pengolahan sampah organik di Kota Kudus menjadi pupuk kompos yang diperkaya bahan organik, HumiSoil. "HumiSoil kami gunakan dalam kegiatan penanaman pohon," kata dia.
Lihat Juga :