Ladang Minyak Terbesar Libya Ditutup, Harga Minyak Dunia Mendidih Sampai 3%
Kamis, 04 Januari 2024 - 12:35 WIB
Harga minyak dunia naik mengakhiri perdagangan Rabu (3/1) terdampak penutupan ladang minyak utama di Libya. FOTO/Ilustrasi/Reuters
JAKARTA - Harga minyak dunia naik sebesar 3% mengakhiri perdagangan Rabu (3/1) terdampak penutupan ladang minyak utama di Libya. Hal itu menambah kekhawatiran meningkatnya ketegangan Timur Tengah yang dapat mengganggu suplai minyak global.
Harga minyak mentah Brent naik USD2,36 atau 3,1% menjadi USD 78,25 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD2,32 atau 3,3%, menjadi USD72,70 per barel.
Harga minyak naik untuk pertama kalinya sejak lima hari terakhir. WTI mengalami kenaikan harian terbesar sejak pertengahan November lalu.
"Perdagangan minyak hari ini lebih tinggi. Hal ini didukung oleh protes di ladang minyak terbesar Libya serta serangan-serangan lebih lanjut di Laut Merah," kata Analis pasar senior UK & EMEA, pada perusahaan data dan analisis OANDA, Craig Erlam dikutip Reuters, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga: Harga Rokok Resmi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Harga Terbaru
Libya yang tergabung dalam organisasi produsen minyak dunia (OPEC) tengah menghadapi protes untuk melakukan penghentian produksi di ladang minyak Sharara yang berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph).
Harga minyak mentah Brent naik USD2,36 atau 3,1% menjadi USD 78,25 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) naik USD2,32 atau 3,3%, menjadi USD72,70 per barel.
Harga minyak naik untuk pertama kalinya sejak lima hari terakhir. WTI mengalami kenaikan harian terbesar sejak pertengahan November lalu.
"Perdagangan minyak hari ini lebih tinggi. Hal ini didukung oleh protes di ladang minyak terbesar Libya serta serangan-serangan lebih lanjut di Laut Merah," kata Analis pasar senior UK & EMEA, pada perusahaan data dan analisis OANDA, Craig Erlam dikutip Reuters, Kamis (4/1/2024).
Baca Juga: Harga Rokok Resmi Naik Mulai Hari Ini, Berikut Daftar Harga Terbaru
Libya yang tergabung dalam organisasi produsen minyak dunia (OPEC) tengah menghadapi protes untuk melakukan penghentian produksi di ladang minyak Sharara yang berkapasitas 300 ribu barel per hari (bph).
Lihat Juga :