Gubernur BI Sebut Ekonomi RI Bakal Meroket 6,6%, Ini Alasannya

Senin, 10 Agustus 2020 - 23:23 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. FOTO/SINDOnews.
JAKARTA - Lembaga pemeringkat Fitch memperkirakan bahwa aktivitas ekonomi di Indonesia akan terkontraksi pada 2020, dipengaruhi pandemi Covid-19. Kontraksi ini merupakan dampak dari penerapan kebijakan social distancing yang memengaruhi konsumsi dan investasi, penurunan terms of trade yang bersifat temporer, dan terhentinya arus masuk wisatawan mancanegara.

"Dampak dari pandemi yang cukup kuat dan menyeluruh terhadap aktivitas ekonomi ini tercermin pada kontraksi sebesar 5,3% pada triwulan II 2020" kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Senin (10/8/2020).



Baca Juga: RI di Ambang Resesi, Tapi Fitch Tetap Pertahankan Rating BBB

Namun demikian, Fitch memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI akan rebound 6,6% pada 2021. Momentum pertumbuhan ekonomi diperkirakan berlanjut pada 2022, yaitu tumbuh 5,5%, antara lain didukung oleh fokus pemerintah pada pembangunan infrastruktur. Lebih lanjut, Fitch menyatakan bahwa pemerintah telah merespons pandemi Covid-19 dengan cepat melalui berbagai kebijakan untuk mendukung sektor rumah tangga dan korporasi, termasuk Usaha Kecil dan Menengah (UMK).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!