Bulog Beri Kabar Tak Sedap, Harga Beras Meroket di Awal 2024
Kamis, 11 Januari 2024 - 20:52 WIB
Tak hanya itu, dunia tetap bergejolak dan mempengaruhi pasar pangan di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Lalu, kebijakan beberapa negara yang membatasi ekspor beras membuat pasar di negara lain tidak stabil.
“Kebijakan-kebijakan negara-negara yang belum membuat pasar dunia lebih tenang, pasar dunia masih naik turun dengan jumlah yang cukup besar,” papar dia.
Kondisi internal dan eksternal ini dipandang memberatkan Indonesia. Di dalam negeri misalnya, musim tanam di beberapa kawasan Pulau Jawa dipastikan mundur dari waktu awal, sehingga mempengaruhi masa panen raya.
Bayu menyebut hal itu membuat defisit beras pada periode Januari-Februari 2024. Pernyataan tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Ini memang berat bagi Indonesia, situasinya saya menggunakan data BPS yang mengatakan Januari-Februari (2024) kita masih defisit dalam jumlah yang cukup besar,” bebernya.
“Kebijakan-kebijakan negara-negara yang belum membuat pasar dunia lebih tenang, pasar dunia masih naik turun dengan jumlah yang cukup besar,” papar dia.
Kondisi internal dan eksternal ini dipandang memberatkan Indonesia. Di dalam negeri misalnya, musim tanam di beberapa kawasan Pulau Jawa dipastikan mundur dari waktu awal, sehingga mempengaruhi masa panen raya.
Bayu menyebut hal itu membuat defisit beras pada periode Januari-Februari 2024. Pernyataan tersebut berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).
“Ini memang berat bagi Indonesia, situasinya saya menggunakan data BPS yang mengatakan Januari-Februari (2024) kita masih defisit dalam jumlah yang cukup besar,” bebernya.
Lihat Juga :