2 Sentimen Ini Ikut Mendongkrak Transaksi Perdagangan Aset Kripto di RI
Senin, 15 Januari 2024 - 07:37 WIB
Sejak kedua peristiwa ini dihembuskan di tahun 2023, ternyata memberikan dampak positif bagi peningkatan transaksi perdagangan aset kripto di bursa Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA - Tahun 2024 jadi tahun yang dinanti-nanti oleh investor crypto dikarenakan banyak peristiwa yang kehadirannya diharapkan dapat mendorong optimisme pasar crypto . Dua peristiwa tersebut di antaranya, exchange-traded fund (ETF) Bitcoin Spot yang baru-baru ini telah mendapatkan persetujuan dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) dan Bitcoin Halving yang diprediksi terjadi pada bulan April mendatang.
Baca Juga: Optimisme Pasar Kripto Bullish di Tahun 2024, Apa Saja Faktornya
Sejak kedua peristiwa ini dihembuskan di tahun 2023, ternyata memberikan dampak positif bagi peningkatan transaksi perdagangan aset kripto di bursa Indonesia. Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin mengungkapkan, seiring pulihnya kondisi pasar crypto, aplikasi PINTU mengalami pertumbuhan eksponensial dalam beberapa bulan terakhir.
"Secara year-on-year (YoY) volume perdagangan PINTU di bulan Desember 2023 meningkat lebih dari 5 kali lipat dibandingkan dengan Desember 2022. Selain itu, Monthly Trade Users (MTU) secara yoy juga tumbuh hampir mencapai 90% dibandingkan bulan Desember 2022. Peningkatan pesat ini mendorong pertumbuhan market share PINTU yang tumbuh hingga 2 kali lipat secara quarter-over-quarter (QoQ) yaitu pada kuartal IV dibandingkan dengan kuartal III,” ungkap Timothius Martin.
Baca Juga: Transaksi Kripto RI Melonjak, Setoran Pajaknya Terus Mengalir ke Kas Negara
Pertumbuhan transaksi perdagangan crypto juga dirasakan oleh bursa crypto global. Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh tim WuBlockchain, sebuah media industri terpopuler di Tiongkok memperlihatkan, pada bulan Desember 2023, volume perdagangan spot di bursa utama crypto global mengalami kenaikan sebesar 27.4%.
Baca Juga: Optimisme Pasar Kripto Bullish di Tahun 2024, Apa Saja Faktornya
Sejak kedua peristiwa ini dihembuskan di tahun 2023, ternyata memberikan dampak positif bagi peningkatan transaksi perdagangan aset kripto di bursa Indonesia. Chief Marketing Officer PINTU, Timothius Martin mengungkapkan, seiring pulihnya kondisi pasar crypto, aplikasi PINTU mengalami pertumbuhan eksponensial dalam beberapa bulan terakhir.
"Secara year-on-year (YoY) volume perdagangan PINTU di bulan Desember 2023 meningkat lebih dari 5 kali lipat dibandingkan dengan Desember 2022. Selain itu, Monthly Trade Users (MTU) secara yoy juga tumbuh hampir mencapai 90% dibandingkan bulan Desember 2022. Peningkatan pesat ini mendorong pertumbuhan market share PINTU yang tumbuh hingga 2 kali lipat secara quarter-over-quarter (QoQ) yaitu pada kuartal IV dibandingkan dengan kuartal III,” ungkap Timothius Martin.
Baca Juga: Transaksi Kripto RI Melonjak, Setoran Pajaknya Terus Mengalir ke Kas Negara
Pertumbuhan transaksi perdagangan crypto juga dirasakan oleh bursa crypto global. Berdasarkan analisis data yang dilakukan oleh tim WuBlockchain, sebuah media industri terpopuler di Tiongkok memperlihatkan, pada bulan Desember 2023, volume perdagangan spot di bursa utama crypto global mengalami kenaikan sebesar 27.4%.
Lihat Juga :