Setoran Sektor Migas ke Negara di 2023 Anjlok Jadi Rp117 Triliun

Selasa, 16 Januari 2024 - 13:57 WIB
"Tapi kontribusi di 2023 masih lebih tinggi dari 2021 (yaitu) 117 persen dan itu melebihi target 13 persen dari target tahun ini yang sebesar Rp103 triliun," jelasnya dalam Capaian Sektor ESDM Tahun 2023 dan Program Kerja Tahun 2024 subsektor Minyak dan Gas Bumi di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), Jakarta, Selasa (16/1/2024).

Baca Juga: Investasi Sektor ESDM Tak Capai Target, Banyak Proyek Migas Alami Stagnasi

Dalam kesempatan itu, Tutuka juga mengatakan, bahwa ICP pada 2022 memang lebih tinggi sehingga penerimaannya pun juga lebih tinggi.

"Dan tahun 2023 harga ICP lebih tinggi dari 2021 demikian juga dengan penerimaan PNBP-nya. Jadi PNBP mengikuti pola dari ICP ini dan kurang lebih menyatakan bahwa apa yang kita lakukan di sini konsisten dengan program sehingga dampaknya hanya terkena dari ICP," tuturnya.

"Walau kita tahu declining produksi minyak berlangsung, tapi bisa kita tahan untuk tidak terlalu tajam dan produksi migas bisa lebih tinggi kalau offatker tersedia dan infrastrukturnya juga sudah tersedia," pungkasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!