Mantan Menteri Lingkungan Hidup Curiga Food Estate Motifnya Kepentingan Ekonomi

Sabtu, 20 Januari 2024 - 15:13 WIB
Sonny Kerap mengaku dirinya bisa memaklumi apabila proyek Food Etaste dilakukan Kemenhan saat negara dalam keadaan daruat. "Kecuali misalnya negara dalam keadaan darurat pangan maka kita kerahkan tentara dengan gerak cepat untuk cepat-cepat memproduksi pangan karena ada darurat pangan. Misalnya terjadi kelaparan di mana-mana. Tapi ini kan tidak terjadi," kata Sonny Keraf mengritisi hal tersebut.

Baca Juga: Walhi Minta Prabowo Tanggung Jawab atas Kerusakan Lingkungan Akibat Food Estate

Kemudian latar belakang kecurigaan kedua yakni, disebutkan proyek Food Estate ini untuk menanam singkong, berarti untuk tujuannya pangan. "Bila kita ingin menanam singkong maka kan harus ada rencana peruntukannya. Mau dijadikan makanan seperti apa? Jadi tapioka kah? Atau apa?" ujardia.

Menurut Sonny Keraf, jika benar Proyek Food Estate akan menanam singkok maka seharus ada off taker-nya, langkah lanjutan yang disiapkan.Seharusnya off taker memegang peranan penting dalam Proyek Food Estate. Utamanya, off taker memberikan pendampingan secara rutin selama proses aktivitas pertanian, lalu menyerap hasil panen petani.

"Bayangkan saja luas areanya 600.000 hektare. Berarti kan besar-besaran bila sekali panen. Kalau benar untuk pangan maka seharusnya ada industri pabrik yang sangat besar yang akan mengolah hasil panen singkong tersebut untuk dijadikan pangan yang akan dikonsumsi masyarakat. Herannya, kini Proyek Food Estate malah tidak jelas ujung dan pangkalnya," pungkasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!