Cegah Dampak Resesi Singapura, Pemerintah Harus Tebar Intelijen
Rabu, 12 Agustus 2020 - 09:28 WIB
"Mereka resesi berarti kinerja investasi akan turun drastis, khusus pada semester kedua," ujar dia. ( Baca juga:Ketika Airlangga Realistis, Ekonomi Kuartal III Diramal Minus 2% )
Dari sektor pariwisata juga terdampak karena Singapura menduduki peringat ke-4 asal wisman paling banyak. Resesi membuat turis asing menahan diri untuk berlibur. Jadi sektor pariwisata termasuk hotel, restoran, dan maskapai akan mengalami tekanan cukup dalam hingga akhir tahun.
Bhima menegaskan, peluang Indonesia sangat kecil bisa terhindar dari resesi di kuartal III. Sekarang kuncinya agar resesi hanya berlangsung di 2020 adalah mempercepat realisasi stimulus fiskal dan perbankan. Percepat penanganan kasus Covid-19 sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali optimal.
Kemudian, berikan stimulus yang extraordinary, seperti subsidi internet gratis untuk mendorong UMKM go digital dan tambah subsidi gaji lebih dari Rp1,2 juta per pekerja tiap dua bulannya. Pemerintah Indonesia juga disarankan mencari pasar-pasar ekspor alternatif ke negara yang kinerja ekonominya tidak sedalam singapura.
"Ini butuh intelijen pasar, dan peran pro aktif perwakilan dagang di negara kawasan Eropa Timur, Afrika, Pasifik dan Timur Tengah," ungkapnya.
Dari sektor pariwisata juga terdampak karena Singapura menduduki peringat ke-4 asal wisman paling banyak. Resesi membuat turis asing menahan diri untuk berlibur. Jadi sektor pariwisata termasuk hotel, restoran, dan maskapai akan mengalami tekanan cukup dalam hingga akhir tahun.
Bhima menegaskan, peluang Indonesia sangat kecil bisa terhindar dari resesi di kuartal III. Sekarang kuncinya agar resesi hanya berlangsung di 2020 adalah mempercepat realisasi stimulus fiskal dan perbankan. Percepat penanganan kasus Covid-19 sehingga aktivitas ekonomi bisa kembali optimal.
Kemudian, berikan stimulus yang extraordinary, seperti subsidi internet gratis untuk mendorong UMKM go digital dan tambah subsidi gaji lebih dari Rp1,2 juta per pekerja tiap dua bulannya. Pemerintah Indonesia juga disarankan mencari pasar-pasar ekspor alternatif ke negara yang kinerja ekonominya tidak sedalam singapura.
"Ini butuh intelijen pasar, dan peran pro aktif perwakilan dagang di negara kawasan Eropa Timur, Afrika, Pasifik dan Timur Tengah," ungkapnya.
(uka)
Lihat Juga :