Mau Kasih Masukan Soal Dampak Pandemi ke Bisnis Logistik, ALFI Gelar Survei
Rabu, 12 Agustus 2020 - 15:55 WIB
"Hasil survei tersebut akan kami rekapitulasi terlebih dahulu sebelum kami sampaikan sebagai masukan kepada Pemerintah. Survei ini telah kami lakukan sejak awal bulan Agustus ini dan rencananya berlangsung selama satu bulan. Kami berharap dan mengimbau perusahaan anggota ALFI turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan survei tersebut," papar Yukki di Jakarta, Rabu (12/8/2020).
Dia mengungkapkan, saat ini ALFI beranggotakan sebanyak 3.412 perusahaan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat 291 merupakan PMA (joint venture) dan selebihnya adalah perusahaan nasional.
Yukki yang menjabat Chairman Asean Federation of Forwarders Associations (AFFA) itu menambahkan, kegiatan logistik sudah dipastikan akan berkontraksi paling dalam secara persentase akibat Pandemi Covid-19, lantaran aktivitas logistik berkaitan erat dengan hampir semua kegiatan ekonomi.
Kendati begitu, imbuhnya, kegiatan logistik tetap harus jalan, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. "Kami bisa lihat di bidang pariwisata saja logistik yang mendukung kegiatan ini bisa dilihat sangat tajam penurunannya, bahkan kedua terbesar setelah bidang transportasi dan pergudangan," ujarnya.
Dia mengatakan, sektor transportasi menjadi penekan laju pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020, dimana kegiatan transportasi berkontraksi karena menjadi akumulasi dari penurunan seluruh sektor yang menurun.
Dia mengungkapkan, saat ini ALFI beranggotakan sebanyak 3.412 perusahaan yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia. Dari jumlah itu, terdapat 291 merupakan PMA (joint venture) dan selebihnya adalah perusahaan nasional.
Yukki yang menjabat Chairman Asean Federation of Forwarders Associations (AFFA) itu menambahkan, kegiatan logistik sudah dipastikan akan berkontraksi paling dalam secara persentase akibat Pandemi Covid-19, lantaran aktivitas logistik berkaitan erat dengan hampir semua kegiatan ekonomi.
Kendati begitu, imbuhnya, kegiatan logistik tetap harus jalan, namun dengan tetap mengikuti protokol kesehatan. "Kami bisa lihat di bidang pariwisata saja logistik yang mendukung kegiatan ini bisa dilihat sangat tajam penurunannya, bahkan kedua terbesar setelah bidang transportasi dan pergudangan," ujarnya.
Dia mengatakan, sektor transportasi menjadi penekan laju pertumbuhan ekonomi kuartal II/2020, dimana kegiatan transportasi berkontraksi karena menjadi akumulasi dari penurunan seluruh sektor yang menurun.
Lihat Juga :