Bank Jatim Gelar RUPS, Ini Agenda Penting yang Dibahas
Rabu, 07 Februari 2024 - 16:43 WIB
RUPS juga membahas Persetujuan Aksi Korporasi Perseroan, Perubahan Peraturan Dana Pensiun dan Perubahan Susunan Pengurus Perseroan. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, pertumbuhan ekonomi Jatim sejauh ini sangat positif. Capaian PDRB Jatim berhasil menunjukkan kontribusi sebesar 14,22 % atas pembentukan PDB Indonesia dan 24,99 % terhadap PDRB untuk pulau Jawa.
Selain itu, stabilitas sistem keuangan di Jatim pada triwulan 3 tahun 2023 juga terpantau terjaga dengan baik. Berdasarkan data OJK, rasio kecukupan modal, kecukupan likuiditas, dan risiko kredit perbankan masih terjaga di batas aman yang tentunya menyesuaikan dengan tingkat suku bunga acuan sesuai dengan kebijakan. “Struktur kredit di Jatim didominasi oleh kredit rumah tangga yang berkontribusi 28%,” katanya.
Diikuti dengan kredit perdagangan yang berkontribusi 26,10%, dan kredit industri berkontribusi 21%. “Hal ini mencerminkan bahwa adopsi kredit pada masyarakat rumah tangga berkontribusi secara masif dalam transaksi keuangan secara regional,” papar Khofifah.
Berikutnya adalah data OJK per September 2023 yang menunjukkan bahwa kinerja sektor perbankan di Jatim tetap bertumbuh. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan aset perbankan yang meningkat 5,46% sehingga menjadi Rp 89,1 triliun. Kemudian, Dana Pihak Ketiga meningkat 3,74 % sehingga menjadi Rp 741,1 triliun, dan kredit yang diberikan meningkat 5,66% menjadi Rp 558,3 triliun.
Khofifah menyebutkan, koperasi dan UMKM masih menjadi backbone perekonomian Jatim. Kontribusi terhadap PDRB Jatim setiap tahun terus mengalami peningkatan. Adapun target 2023-2024 adalah sebesar 58,5 – 58,9%. Menurut Khofifah, satu bentuk dukungan lain Bank Jatim terhadap UMKM adalah melalui program percepatan dana bergulir atau dagulir. “Yang mana sampai Desember 2023 jumlah dagulir yang telah disalurkan Bank Jatim mencapai Rp475,97 miliar untuk 12.525 debitur,” terangnya.
Selain itu, stabilitas sistem keuangan di Jatim pada triwulan 3 tahun 2023 juga terpantau terjaga dengan baik. Berdasarkan data OJK, rasio kecukupan modal, kecukupan likuiditas, dan risiko kredit perbankan masih terjaga di batas aman yang tentunya menyesuaikan dengan tingkat suku bunga acuan sesuai dengan kebijakan. “Struktur kredit di Jatim didominasi oleh kredit rumah tangga yang berkontribusi 28%,” katanya.
Diikuti dengan kredit perdagangan yang berkontribusi 26,10%, dan kredit industri berkontribusi 21%. “Hal ini mencerminkan bahwa adopsi kredit pada masyarakat rumah tangga berkontribusi secara masif dalam transaksi keuangan secara regional,” papar Khofifah.
Berikutnya adalah data OJK per September 2023 yang menunjukkan bahwa kinerja sektor perbankan di Jatim tetap bertumbuh. Hal tersebut terlihat dari pertumbuhan aset perbankan yang meningkat 5,46% sehingga menjadi Rp 89,1 triliun. Kemudian, Dana Pihak Ketiga meningkat 3,74 % sehingga menjadi Rp 741,1 triliun, dan kredit yang diberikan meningkat 5,66% menjadi Rp 558,3 triliun.
Khofifah menyebutkan, koperasi dan UMKM masih menjadi backbone perekonomian Jatim. Kontribusi terhadap PDRB Jatim setiap tahun terus mengalami peningkatan. Adapun target 2023-2024 adalah sebesar 58,5 – 58,9%. Menurut Khofifah, satu bentuk dukungan lain Bank Jatim terhadap UMKM adalah melalui program percepatan dana bergulir atau dagulir. “Yang mana sampai Desember 2023 jumlah dagulir yang telah disalurkan Bank Jatim mencapai Rp475,97 miliar untuk 12.525 debitur,” terangnya.
Lihat Juga :