Bansos Beras 10 Kg untuk 22 Juta KPM Lanjut Lagi, Kamis Besok Mulai Disalurkan
Senin, 12 Februari 2024 - 20:55 WIB
Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan sosial (bansos) beras 10 kilogram (Kg) untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) kembali dilanjutkan. Foto/Dok
JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bantuan sosial atau bansos beras 10 kilogram (Kg) untuk 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) kembali dilanjutkan. Proses penyaluran perdana tahun ini mulai dilaksanakan pada Kamis (15/2/2024) mendatang.
Baca Juga: Ribut-ribut Politisasi Bansos Beras, Erick Thohir: Berjalan Sudah Lama
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyaluran bansos akan menggunakan beras yang diamankan Perum Bulog saat ini. Di mana, total stok yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton.
“Kita punya stok di Bulog 1,2 juta ton, yang 250.000 ton diminta untuk disiapin. Kemudian yang 200.000 ton untuk komersial, kemudian 230.000-240.000 ton untuk bantuan pangan di tanggal 15 kita mulai,” ujar Arief ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Singgung Politisasi Bansos, Begini Kata Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi
Arief memastikan, bahwa bantuan pangan tidak ada kaitannya dengan agenda politik pada pemilihan umum (pemilu) 2024. Sehingga penyalurannya tetap dilaksanakan pemerintah melalui Bulog.
Baca Juga: Ribut-ribut Politisasi Bansos Beras, Erick Thohir: Berjalan Sudah Lama
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi mengatakan, penyaluran bansos akan menggunakan beras yang diamankan Perum Bulog saat ini. Di mana, total stok yang tersimpan di gudang Bulog mencapai 1,2 juta ton.
“Kita punya stok di Bulog 1,2 juta ton, yang 250.000 ton diminta untuk disiapin. Kemudian yang 200.000 ton untuk komersial, kemudian 230.000-240.000 ton untuk bantuan pangan di tanggal 15 kita mulai,” ujar Arief ditemui di Robinson Ramayana Ciplaz Klender, Jakarta Timur, Senin (12/2/2024).
Baca Juga: Singgung Politisasi Bansos, Begini Kata Dirut Bulog Bayu Krisnamurthi
Arief memastikan, bahwa bantuan pangan tidak ada kaitannya dengan agenda politik pada pemilihan umum (pemilu) 2024. Sehingga penyalurannya tetap dilaksanakan pemerintah melalui Bulog.
Lihat Juga :