Jokowi Sebut Pemilu 2024 Berjalan Lancar, Investor Tak Perlu Cemas
Selasa, 20 Februari 2024 - 14:12 WIB
Meski demikian, kondisi geopolitik global saat ini masih kurang baik dan kurang kondusif. Di mana, perang masih terjadi perang di Ukraina dan Gaza. Namun, Jokowi menegaskan bahwa kondisi politik dalam negeri masih stabil dan akan membangkitkan industri keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Jokowi memaparkan, permodalan perbankan mencapai 27,69%. Angka itu di atas negara-negara di kawasan, kredit perbankan juga masih bisa tumbuh di double digit pada level 10,38 year on year.
Di samping itu, ekonomi Indonesia tumbuh baik di level 5,05%. Tingkat inflasi juga terkendali dan terjaga di level 2,57%. Jokowi melanjutkan, cadangan devisa Indonesia berada di angka USD145 miliar dan neraca dagang mengalami surplus sebesar USD36 miliar, serta current account deficit surplus di level 0,16%.
"Saya kira angka-angka seperti itu yang harusnya kita optimistis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024. Tapi tetap harus hati-hati, waspada," imbuh Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tidak dalam fase wait and see.
Jokowi memaparkan, permodalan perbankan mencapai 27,69%. Angka itu di atas negara-negara di kawasan, kredit perbankan juga masih bisa tumbuh di double digit pada level 10,38 year on year.
Di samping itu, ekonomi Indonesia tumbuh baik di level 5,05%. Tingkat inflasi juga terkendali dan terjaga di level 2,57%. Jokowi melanjutkan, cadangan devisa Indonesia berada di angka USD145 miliar dan neraca dagang mengalami surplus sebesar USD36 miliar, serta current account deficit surplus di level 0,16%.
"Saya kira angka-angka seperti itu yang harusnya kita optimistis terhadap ekonomi Indonesia di tahun 2024. Tapi tetap harus hati-hati, waspada," imbuh Jokowi.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar juga menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia tidak dalam fase wait and see.
Lihat Juga :