BI Kerek Proyeksi Ekonomi Global Meski Jepang dan Inggris Resesi

Rabu, 21 Februari 2024 - 15:17 WIB
Meski demikian ada banyak risiko yang terus diwaspadai, seperti pertumbuhan ekonomi China yang masih lemah serta resesi di Inggris dan Jepang yang telah terjadi dalam dua triwulan berturut-turut dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia.

Tak hanya itu, ketegangan geopolitik yang masih berlanjut juga dapat mengganggu rantai pasok global berakibat pada meningkatnya harga komoditas pangan dan energi. Perkembangan ini mengakibatkan ketidakpastian pasar keuangan dunia yang masih tinggi.

Baca Juga: Investasi Asing ke China Anjlok, Terburuk dalam 30 Tahun Terakhir

Lebih lanjut, Yield US Treasury juga kembali meningkat sejalan dengan premi risiko jangka panjang. Perkembangan tersebut menyebabkan menguatnya dolar AS secara global menahan berlanjutnya aliran masuk modal asing dan meningkatkan tekanan pelemahan nilai tukar di negara emerging market.

"Kondisi ini memerlukan penguatan respons kebijakan untuk memitigasi dampak negatif rambatan global tersebut termasuk di Indonesia," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!