Deretan Negara Maju yang Terkena Resesi, Siapa Selanjutnya?

Kamis, 22 Februari 2024 - 11:52 WIB
Laporan PDB tersebut meleset jauh dari perkiraan pertumbuhan 1,4 % yang sebelumnya disampaikan pada jajak pendapat para ekonomi. Adapun kontraksi dua kuartal berturut-turut biasanya dianggap sebagai definisi resesi teknis.

Lebih jauh, sejumlah pengamat menilai pelemahan Jepang ini tampak mengerikan. Hal ini menjadi tantangan berat bagi Bank of Japan untuk memperketat kebijakan.

Adapun salah satu penyebab resesi Jepang adanya inflasi yang tinggi, terlebih di tengah-tengah konsumsi dalam negeri yang cenderung lemah. Selain itu, resesi seks di Negeri Sakura juga dikatakan menjadi penyebab kemunduran ekonomi.

Sebagaimana diketahui, Jepang menghadapi kondisi populasi yang menua dan menyusut. Pada sejumlah data yang dipublikasikan, wanita Jepang rata-rata hanya memiliki 1,3 anak.

Artinya, angka tersebut masih jauh di bawah takaran yang menurut para ahli demografi diperlukan guna mempertahankan jumlah penduduk yang stabil. Lebih jauh, kondisi seperti ini berpotensi mengakibatkan kekurangan tenaga kerja yang dalam beberapa dekade ke depan.

2. Inggris

Selain Jepang, Inggris juga masuk resesi teknikal akibat pelemahan ekonomi dalam dua kuartal beruntun. Sebelumnya, PDB mereka menyusut sebesar 0,1% antara Juli dan September 2023. Tren ini berlanjut hingga akhir tahun dengan kontraksi sekitar 0,3%.

Adapun kontraksi pada kuartal IV tahun 2023 ternyata lebih dalam jika dibandingkan dengan perkiraan para ekonom di jajak pendapat Reuters. Sebelumnya, mereka memperkirakan angkanya bakal turun sekitar 0,1%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!