UE Menghukum Perusahaan China, Terseret Sanksi Barat Usai Diklaim Dukung Rusia
Senin, 26 Februari 2024 - 09:49 WIB
Uni Eropa (UE) telah memberlakukan pembatasan perdagangan yang lebih ketat kepada perusahaan-perusahaan China yang diklaimnya mendukung Rusia. Foto/Dok
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) telah memberlakukan pembatasan perdagangan yang lebih ketat kepada perusahaan- perusahaan China yang diklaimnya mendukung Rusia. Hal ini disampaikan Dewan Eropa mengatakan dalam siaran pers pada hari Jumat, lalu.
Pembatasan tersebut merupakan bagian dari sanksi putaran ke-13 yang diberlakukan akhir pekan kemarin, sehari sebelum peringatan tahun kedua perang Rusia Ukraina .
Baca Juga: 2 Tahun Perang Ukraina: AS Siap Jatuhkan Sanksi Terbaru ke Rusia, Ada Lebih dari 500 Target
Sebanyak 27 entitas baru yang diduga memberikan dukungan langsung ke sektor militer dan industri Rusia telah menjadi sasaran sanksi Barat , menurut rilis tersebut. Entitas tersebut berlokasi di beberapa negara-negara, termasuk China, India, Sri Lanka, Serbia, Kazakhstan, Thailand, dan Türkiye, dan telah terlibat dalam menghindari pembatasan perdagangan, kata dokumen itu.
Pembatasan tersebut merupakan bagian dari sanksi putaran ke-13 yang diberlakukan akhir pekan kemarin, sehari sebelum peringatan tahun kedua perang Rusia Ukraina .
Baca Juga: 2 Tahun Perang Ukraina: AS Siap Jatuhkan Sanksi Terbaru ke Rusia, Ada Lebih dari 500 Target
Sebanyak 27 entitas baru yang diduga memberikan dukungan langsung ke sektor militer dan industri Rusia telah menjadi sasaran sanksi Barat , menurut rilis tersebut. Entitas tersebut berlokasi di beberapa negara-negara, termasuk China, India, Sri Lanka, Serbia, Kazakhstan, Thailand, dan Türkiye, dan telah terlibat dalam menghindari pembatasan perdagangan, kata dokumen itu.
Lihat Juga :