Laba Anjlok 25 Persen di 2023, Raksasa Energi Saudi Aramco Bagi Dividen Rp1.520 Triliun

Senin, 11 Maret 2024 - 08:01 WIB
Baca Juga: Saudi Aramco Dikabarkan Bakal Jual Saham Senilai Rp761 Triliun, Terbesar Dalam Sejarah

Negara Saudi yang memiliki hampir 95% saham perusahaan, sehingga keuntungan bumper menghasilkan surplus anggaran untuk kerajaan pada tahun 2022. Namun ceritanya lain lagi pada 2023, dimana harga minyak turun kembali ke USD85 per barel.

Selain itu, Saudi Aramco memilih mengurangi produksi untuk membantu mendukung harga minyak, yang diyakini bakal menekan keuntungan.

"Pada tahun 2023, kami mencapai laba bersih tertinggi kedua yang pernah ada. Ketahanan dan kelincahan kami berkontribusi pada arus kas yang sehat dan tingkat profitabilitas yang tinggi, meskipun ada latar belakang hambatan ekonomi," kata kepala eksekutif Aramco, Amin Nasser.

Saat ini Arab Saudi berambisi untuk mendiversifikasi ekonomi negara itu, dimana mereka memakai pendapatan dari sektor energinya untuk mendanai transisi. Nasser mengatakan, perusahaan akan membuat beberapa pengumuman tahun ini tentang investasi energi terbarukan di Arab Saudi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!